JEMBER, POJOKSATU.id - Tidak selamanya berkenalan lewat media sosial berujung baik.

Hal itu yang dialami oleh Siti Solehan, wanita asal Situbondo yang mengalami nasib nahas usai berkenalan dengan seorang pria dari Facebook.

Wanita yang kini berdomisili di Kabupaten Bondowoso tersebut menjadi korban penganiayaan oleh teman prianya sendiri di kawasan terpencil Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.

Tak hanya mengalami luka-luka lebam di sekujur tubuh, sepeda motor, ponsel, hingga perhiasan emas milik korban turut digasak pelaku tanpa sisa.

Kepala Desa Plerean, Moh. Ali Mukhlas, mengungkapkan bahwa insiden nahas ini bermula ketika korban sepakat untuk bertemu langsung dengan seorang pria yang baru dikenalnya di dunia maya.

Setelah pertemuan tersebut, pelaku meminta korban untuk mengantarkannya ke suatu lokasi tertentu dengan menggunakan sepeda motor milik korban.

Tanpa menaruh curiga, korban menuruti permintaan tersebut hingga akhirnya diarahkan menuju kawasan yang sepi.

“Sekitar pukul 16.30 WIB, setibanya di kawasan hutan pinus Dusun Panggung Pinang, Desa Plerean, yang kondisinya sepi, korban tiba-tiba dianiaya hingga lari ketakutan dan akhirnya pingsan,” ujar Moh. Ali Mukhlas saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

Akibat aksi kekerasan yang tergolong sadis tersebut, korban menderita luka lebam parah serta bibir pecah berdarah.

Pelaku kemudian dengan leluasa melarikan diri sambil membawa kabur sepeda motor, handphone, serta gelang dan kalung emas milik korban yang tergeletak tak berdaya.

Warga sekitar yang melintas tidak lama setelah kejadian mendapati korban dalam kondisi tak berdaya dan langsung melaporkannya kepada perangkat desa setempat.

Berdasarkan identitas pada KTP, korban tercatat sebagai warga Desa Patokan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Kendati demikian, dalam kesehariannya ia tinggal di kediaman orang tuanya di Desa Wonosobo, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, setelah berpisah dengan suaminya.

Melihat pemilihan lokasi kejadian yang sangat terpencil dan sepi, kades menduga kuat bahwa pelaku merupakan seseorang yang sudah sangat mengenal medan di wilayah tersebut.

“Kalau tidak kenal, tidak mungkin tahu jalan-jalan di sini yang sepi,” imbuh Mukhlas.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menerima laporan resmi terkait kasus perampokan disertai penganiayaan ini dan tengah bergerak melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku.

Sementara itu, korban belum dapat dimintai keterangan secara mendalam karena kondisinya masih belum stabil akibat trauma berat yang dialaminya.