JEMBER, POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperketat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin mutu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tegas tersebut diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang digelar oleh Satgas MBG Kabupaten Jember bersama Satgas MBG Kecamatan Tanggul dan perwakilan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (22/10/2026).

Tim gabungan menyisir sebanyak 10 dapur SPPG yang beroperasi aktif di wilayah Kecamatan Tanggul untuk memastikan seluruh fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan.

Sidak kali ini merupakan pemeriksaan berkala ketiga yang digelar secara sistematis guna memastikan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat berjalan aman dan optimal.

Camat Tanggul sekaligus Ketua Satgas MBG Kecamatan Tanggul, Mohammad Faridj Wadjdi, menegaskan bahwa inspeksi menyeluruh ini merupakan komitmen Pemkab Jember dalam menjaga kualitas layanan program prioritas tersebut.

Ia menjelaskan bahwa seluruh temuan serta hasil pemeriksaan kondisi lapangan di 10 dapur SPPG akan dirangkum dalam laporan komprehensif.

"Hasil pemeriksaan seluruh dapur SPPG nantinya akan kami susun menjadi laporan lengkap untuk disampaikan kepada Gus Bupati," ujar Faridj Wadjdi, Kamis (22/10/2026).

Dalam sidak tersebut, tim menguji dan memeriksa secara mendetail seluruh sarana serta prasarana dapur, mulai dari kelayakan kompor, peralatan memasak, hingga sistem penyimpanan bahan baku di lemari pendingin.

Area sanitasi seperti fasilitas cuci tangan, saluran pembuangan limbah, hingga Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan para juru masak juga tak luput dari pemeriksaan ketat.

Selain aspek fisik, petugas turut mengaudit kebersihan ruang kerja, kelengkapan dokumen operasional, serta keteraturan pencatatan logistik distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Faridj memaparkan bahwa pengawasan ketat ini berfungsi sebagai tindakan preventif untuk menekan potensi risiko kontaminasi pangan serta mendeteksi kendala operasional sejak dini.

Pemerintah berharap dengan adanya evaluasi berkala ini, pengelola dapur SPPG makin disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, serta OPD teknis diharapkan mempercepat perbaikan jika ditemukan kekurangan di lapangan.

"Harapannya, kekurangan yang ditemukan bisa segera diperbaiki sehingga mutu pelayanan semakin baik dan manfaat program MBG benar-benar terasa bagi anak-anak serta kelompok rentan di Kecamatan Tanggul," tegas Faridj.

Melalui pengawasan yang terukur dan berkelanjutan, Pemkab Jember optimistis program MBG mampu berjalan tepat sasaran sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi penerus yang sehat dan berkualitas.