JEMBER, POJOKSATU.id - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin atau yang akrab disapa Gus Khozin memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Hal itu ia sampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, dalam meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Khozin mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda koordinasi dan pemantauan langsung terhadap progres serta mutu pelayanan publik yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat.

Ia menyampaikan jika pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Jember telah berjalan maksimal.

"Alhamdulillah sejauh apa yang disampaikan dan dilaporkan bupati dan kita terjun langsung, tadi kita berinteraksi dengan masyarakat maupun dengan petugas yang ada, semua sudah berjalan secara maksimal," ujar Gus Khozin dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan pola pelayanan publik di Jember yang dinilai semakin maju.

Jika sebelumnya pelayanan publik cenderung bersifat pasif menunggu masyarakat datang ke kantor, kini Jember mulai mengambil langkah aktif melalui sistem "jemput bola".

Inovasi tersebut mencakup tidak hanya sektor layanan kesehatan, tetapi juga administrasi kependudukan (Adminduk) hingga fasilitas renovasi rumah bagi masyarakat yang membutuhkan (RTLH).

Gus Khozin menegaskan bahwa Komisi II DPR RI memiliki komitmen yang tinggi bersama Kementerian PANRB serta Kementerian Dalam Negeri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa di era transformasi digital saat ini, negara harus memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan dasar, terutama terkait kepemilikan dokumen kependudukan seperti KTP dan sistem e-KTP.

Oleh karena itu, Gus Khozin mengungkapkan bahwa saat ini Komisi II DPR RI sedang membahas revisi Undang-Undang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Revisi regulasi tersebut nantinya diarahkan untuk merubah paradigma pelayanan dari yang sebelumnya bersifat stensil pasif menjadi stensil aktif.

"Jadi pemerintah yang akan melakukan jemput bola kepada masyarakat yang belum terdata secara administrasi kependudukan," jelas Gus Khozin.

Politisi asal Dapil Jember-Lumajang ini juga berharap Kabupaten Jember dapat menjadi percontohan nasional dalam hal tata kelola pelayanan publik.

Ia ingin apa yang baik di Jember dapat dibawa ke tingkat nasional untuk memicu daerah-daerah lain agar terus berinovasi demi memberikan kecepatan dan kepastian layanan bagi masyarakat.