MADIUN, POJOKSATU.id - Martha Amalia Iflahah (34) muncul ke publik dengan menggelar konferensi pers di Madiun, Senin 2 November 2026.
Istri sah tersangka Dwi Bagus Martono ini meminta maaf pada keluarga Dini Hardiyanti (30) dan putranya AGF (4) yang dia bunuh pada 27 Oktober 2026 lalu.
Martha juga meminta pada suaminya untuk tidak bunuh diri di sel dan sebaiknya bertaubat dan menerima apapun putusan hakim nantinya.
Martha menceritakan pesan khusus yang disampaikannya kepada Dwi Bagus Martono saat bertemu di sela-sela prarekonstruksi yang digelar di rumah Dwi Bagus pada Rabu 28 Oktober lalu.
"Brave ya Ayah brave. Oke," kata Martha menirukan kalimat pertama yang disampaikannya kepada suaminya saat itu.
“Jadi saya pengen suami saya itu berani, bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan,” jelasnya.
Dia berharap Dwi Bagus memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah SWT.
“Saya kepengen suami saya itu punya pegangan yang kencang itu sama Gusti Allah. Jadi kalau dia punya rasa takut, dia punya ketakutan, dia bisa berani untuk mempertanggungjawabkan semuanya,” jelasnya.
Martha juga mengaku mengingatkan Bagus agar tidak mengambil tindakan nekat, termasuk mengakhiri hidupnya sendiri selama menjalani proses hukum di sel.
"Saya sampaikan juga, kamu jangan takut mati. Semua manusia mati, aku pun. Aku mati lebih dulu itu juga mungkin terjadi.
Artinya apapun putusan hukumnya nanti, putusannya nanti ya diterima suami saya,” jelasnya.
Jangan Bunuh Diri di Sel
Dia berharap suaminya benar-benar bisa menerima hukuman yang akan dia terima dan harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan.
“Apa pun putusan hukumnya nanti harus diterima. Kamu jangan bunuh diri di sana. Kalau kamu bunuh diri, nanti kamu tidak akan terlahir kembali sebagai manusia. Kamu masih punya kesempatan hidup untuk bertaubat," tuturnya menirukan pesan pada suaminya.***






