MADIUN, POJOKSATU.id - Keluarga korban Dini Hardiyanti (30) dan AGF (4) ibu dan anak yang dibunuh secara sadis di Madiun meminta pelaku Dwi Bagus Martono dihukum mati.

Harti (58) ibu korban Dini Hardiyanti ikut menyaksikan prarekonstruksi kasus pembunuhan Dini dan AGF di Kota Madiun, Selasa (27/10/2026).

Adik Dini Hardiyanti, Khanza juga ikut menyaksikan prarekontruksi. Dia menduga ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Tidak Dwi Bagus Martono saja yang melakukan.

Diketahui, Khanza yang melaporkan kasus kehilangan anggota keluarganya ke Polres Madiun Kota pada Senin (5/10/2026).

Dalam prarekonstruksi, Khanza menilai masih ada kejanggalan, baik dari keterangan Bagus kepada polisi maupun adegan yang diperagakan tersangka.

Ia menduga Dwi Bagus tidak bertindak seorang diri.

"Ada yang (masih) janggal, tidak mungkin Bagus sendirian," jelasnya.

Khanza meminta penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Sementara Harti mengaku hatinya hancur melihat tersangka Dwi Bagus memperagakan sejumlah adegan dalam peristiwa yang merenggut nyawa dua orang yang dicintainya itu.

"Perasaan hancur, sehancur-hancurnya. Terpukul juga," ungkap Harti saat ditemui di sela-sela prarekonstruksi.

Meski mengetahui Dini dan Bagus kerap cekcok, Harti tidak pernah membayangkan pertengkaran itu berakhir tragis.

Harti juga mengungkap bahwa dirinya sempat merasa curiga sebelum kasus tersebut terungkap.

Kecurigaan itu muncul setelah Dini mengeluhkan kondisinya melalui telepon dan panggilan video sekitar 20 September 2026.

“Ibu, sampai sekarang nggak bisa tidur, nggak bisa makan. Ibu sudah curiga waktu tanggal 20 itu. Ibu telepon, dia telepon, video call. Nah, sudah nggak ada itu lagi," kenangnya.

Setelah komunikasi tersebut, Harti tak lagi mendapat kabar dari Dini seperti biasanya.

Ia pun tak menyangka putri dan cucunya akhirnya menjadi korban pembunuhan.

Atas peristiwa itu, Harti meminta tersangka dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Ia bahkan secara tegas menginginkan hukuman mati.

"Hukuman mati. Hukuman mati. Sekeluarga, karena itu dua nyawa," tegasnya.

Harti juga meminta polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Ia menduga ada pihak lain yang terlibat dan berharap penyidik mendalami kemungkinan tersebut.***