ACEH SELATAN, POJOKSATU.id - Banjir yang merendam kawasan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, terus meluas. Hingga Senin, genangan akibat luapan sungai telah menjangkau tiga desa dengan total 794 jiwa terdampak.
Bencana yang telah berlangsung selama enam hari tersebut membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah dan mencari tempat pengungsian.
Sementara itu, sejumlah keluarga lainnya masih bertahan di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, Mudatsir, mengatakan wilayah terdampak banjir bertambah dari sebelumnya dua desa menjadi tiga desa yang tersebar di Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah.
"Wilayah terdampak banjir di Trumon meluas dan dua desa, kini menjadi tiga desa yang tersebar di dua kecamatan, yakni Trumon dan Trumon Tengah. Sebanyak 794 jiwa terdampak bencana tersebut," kata Mudatsir di Aceh Selatan, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan pendataan BPBD, Gampong Lhok Raya menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 560 jiwa.
Kemudian Gampong Padang Harapan sebanyak 124 jiwa dan Gampong Cot Bayu mencapai 114 jiwa.
Luapan Sungai Lae Soeraya dan Krueng Trumon Raya menjadi penyebab banjir yang merendam permukiman warga.
Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Dampak banjir juga membuat warga di sejumlah desa harus mencari tempat yang lebih aman.
Sebanyak 124 warga Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, telah dievakuasi ke posko pengungsian di Kompi C Brimob.
Sementara itu, warga Gampong Cot Bayu memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat, lembaga pendidikan, dan sejumlah tempat lainnya.
Berbeda dengan kedua desa tersebut, sebagian warga Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, masih bertahan di rumah masing-masing meskipun wilayah mereka turut terdampak genangan.
Mudatsir mengatakan, meluasnya wilayah terdampak menjadi perhatian BPBD dalam penanganan banjir di kawasan Trumon.
Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai ratusan jiwa dan genangan yang telah berlangsung hampir sepekan, kondisi masyarakat di tiga desa tersebut masih membutuhkan perhatian dalam penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan selama masa pengungsian.






