JAKARTA, POJOKSATU.id, Peningkatan curah hujan memicu serangkaian bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir melanda beberapa daerah di Sumatra, sedangkan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menghadapi dampak cuaca ekstrem berupa banjir dan kerusakan akibat angin puting beliung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa Kalimantan Selatan masih berhadapan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah munculnya bencana banjir.
BNPB melaporkan luas lahan yang masih terdampak karhutla di Kalimantan Selatan mencapai sekitar 75 hektare.
Situasi ini menjadi perhatian karena wilayah tersebut juga mulai menghadapi dampak hujan deras yang memicu banjir.
Berton menegaskan bahwa kedua jenis bencana tersebut perlu mendapatkan penanganan secara bersamaan.
"Jadi kami sampaikan, di Kalsel, selain banjir, juga terdapat karhutla. Selain karhutla, ada banjir, sehingga ini perlu kita tangani secara serius tentunya," kata Berton.
Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang mengalami dampak cuaca ekstrem.
Menurut data yang disampaikan BNPB, sebanyak 175 orang terdampak akibat kejadian tersebut.
"Di Banjar tadi kami sampaikan di Banjar ada cuaca ekstrem di sana yang terdampak juga ada 175 orang," ujarnya.
Ancaman bencana serupa juga muncul di Pulau Sumatra.
Banjir dilaporkan terjadi di Kota Subulussalam, Aceh, serta sejumlah kabupaten di Sumatera Utara.
Ribuan penduduk di berbagai wilayah tersebut tercatat mengalami dampak akibat banjir.
Menghadapi kondisi tersebut, Berton meminta pemerintah daerah meningkatkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya bencana akibat cuaca basah, termasuk banjir dan tanah longsor.
"Tentu kami juga memberikan imbauan kepada pemerintah untuk mengantisipasi ataupun mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini," katanya.
Lima Wilayah Dilaporkan Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem
Data BNPB yang dipaparkan Berton menunjukkan sejumlah daerah di Sumatra dan Kalimantan Selatan mengalami dampak bencana.
Berikut rincian jumlah warga terdampak di masing-masing wilayah:
- Kota Subulussalam, Aceh: 2.345 warga.
- Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara: 2.600 warga.
- Kabupaten Asahan, Sumatera Utara: 2.025 warga.
- Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara: 730 warga.
- Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan: 175 orang terdampak cuaca ekstrem.
Di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, genangan banjir merendam permukiman di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji.
Bencana tersebut terjadi setelah debit Sungai Silau Tua meningkat dan airnya meluap ke kawasan tempat tinggal penduduk.
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur bagian hulu sungai sepanjang malam menjadi pemicu kenaikan debit air tersebut.
Dampaknya, sekitar 405 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah rumah yang mengalami dampak banjir juga diperkirakan mencapai 405 unit.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Deli Serdang dipicu oleh meluapnya Sungai Sei Putih dan Sungai Sei Belawan.
Kejadian tersebut turut diperparah oleh tanggul yang jebol sehingga air masuk ke wilayah terdampak.
BNPB menyebutkan bahwa pendataan sementara mencatat sebanyak 146 kepala keluarga atau 573 jiwa terdampak banjir di daerah tersebut.
"Berdasarkan pendataan, sekitar 146 kepala keluarga atau 573 jiwa terdampak," demikian keterangan yang dimuat dalam laman resmi BNPB.
Untuk menangani situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang melakukan pemeriksaan lapangan guna mengetahui kondisi dan dampak banjir.
Koordinasi juga dilakukan bersama perangkat desa dan kecamatan untuk mempersiapkan layanan dapur umum bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Banjar
Selain banjir, cuaca ekstrem di Kabupaten Banjar juga menyebabkan angin puting beliung yang disertai hujan lebat.
Berdasarkan laporan BNPB, bencana tersebut menerjang sejumlah desa yang berada di Kecamatan Astambul dan Kecamatan Martapura Barat.
Di Kecamatan Astambul, wilayah yang terdampak adalah Desa Sungai Alat.
Adapun di Kecamatan Martapura Barat, angin kencang melanda Desa Sungai Rangas Hambuku, Desa Sungai Rangas Ulu, Desa Sungai Batang Ilir, serta Desa Penggalaman.
Dampak kejadian tersebut meliputi kerusakan sejumlah rumah penduduk dan pohon tumbang di beberapa lokasi.
BNPB memperkirakan sekitar 35 kepala keluarga terkena dampak bencana angin puting beliung tersebut.
Rincian kejadian itu disampaikan dalam laporan BNPB bertajuk Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 28 Oktober 2026 yang diterbitkan melalui situs resmi lembaga tersebut.
Setelah kejadian, BPBD Kabupaten Banjar melakukan pendataan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan warga.
Petugas juga menjalin koordinasi dengan pemerintah setempat serta mempersiapkan distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.
Berbagai kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan curah hujan dapat memicu sejumlah bencana sekaligus, terutama di wilayah yang memiliki risiko banjir dan longsor.
Oleh karena itu, pemantauan kondisi cuaca, kesiapan petugas, dan koordinasi antarpemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko serta mempercepat penanganan bagi warga terdampak.***





