NAGAN RAYA, POJOKSATU.id - Luapan Sungai Krueng Lamie dan Krueng Tripa menyebabkan banjir meluas di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Sedikitnya 15 desa di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur terendam dengan ketinggian air mencapai lebih dari 30 sentimeter, Minggu (1/11/2026).
Banjir yang merendam permukiman warga tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nagan Raya selama sepekan terakhir.
Tingginya curah hujan membuat debit kedua sungai meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.
"Bencana banjir ini terjadi akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Nagan Raya sejak sepekan terakhir," kata Irfanda Rinaldi dikutip Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan pendataan BPBD, banjir tersebar di tujuh desa di Kecamatan Darul Makmur. Wilayah tersebut meliputi Gampong Ujong Lamie, Kuta Trieng, Geulangang Gajah, Tuwi Buya, Ujung Lamie, Gunong Cut, dan Suka Raja.
Sementara di Kecamatan Tripa Makmur, terdapat delapan desa yang ikut terendam, yakni Gampong Panten Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Pasi Kebeu Dom, Lueng Keubeu Jagat, dan Kabu.
Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Nagan Raya bersama unsur terkait telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dampak bencana sekaligus membantu warga.
Meski air mulai berangsur surut, genangan masih terlihat di sejumlah permukiman.
Masyarakat pun diminta tidak lengah karena kondisi cuaca masih mendung dan hujan susulan berpotensi terjadi.
Di tengah penanganan banjir Nagan Raya, bencana serupa juga melanda Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit sungai meningkat drastis. Dampaknya, satu jembatan gantung dilaporkan roboh dan satu rumah warga mengalami kerusakan parah.
Kondisi ini menambah dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
BPBD mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan debit air.
Warga juga diminta memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai serta segera mengambil langkah antisipasi apabila air kembali meningkat.







