JEMBER, POJOKSATU.id - Bursa pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember semakin hangat.

Salah satu calon kuat yang masuk bursa rektor, Prof. Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M., meluncurkan grand design pengembangan kampus bertajuk Sapta Laksya PASTI.

Gagasan tersebut mengusung tagline "UIN KHAS PASTI" yang merupakan akronim dari Progresif, Aspiratif, Solutif, Transparan, dan Inspiratif.

Melalui visi besar ini, Prof. Chotib bertekad membawa UIN KHAS Jember menjadi Center of Excellence dalam transformasi pendidikan serta keilmuan Islam berbasis kearifan sosial-lokal masyarakat Pandalungan.

Prof. Chotib menilai perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) saat ini berhadapan dengan tantangan multidimensional, mulai dari dikotomi antara ilmu agama dan sains hingga tuntutan reputasi internasional.

"UIN KHAS Jember harus melangkah keluar dari menara gading dan bertransformasi secara radikal menjadi Center of Excellence," ujar Prof. Chotib, Sabtu (24/10/2026).

"Visi ini kami bangun di atas tiga pilar utama yakni transformasi keilmuan yang de-dikotomis, pengakaran pada kearifan sosial-lokal masyarakat Pandalungan, serta proyeksi reputasi di kancah internasional," lanjutnya.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Prof. Chotib merumuskan tujuh sasaran strategis yang terangkum dalam Sapta Laksya PASTI.

Sasaran tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, penguatan mutu alumni, kemitraan, transformasi digital dan kampus hijau, hingga tata kelola kelembagaan.

Pada Sektor Pendidikan, kurikulum akan dikembangkan dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE) yang memadukan sains modern, ontologi keislaman, serta kearifan lokal.

"PASTI Pendidikan maksudnya adalah penyelenggaraan pendidikan inovatif, integratif-multidisipliner, serta bertaraf internasional," paparnya.

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, ia memfokuskan peningkatan publikasi jurnal internasional bereputasi serta pemberdayaan warga melalui program "UIN KHAS Membangun Desa" berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD).

"Melalui pendekatan ABCD dan PAR, sivitas akademika UIN KHAS Jember akan melebur bersama masyarakat, mengkapitalisasi aset lokal untuk mencapai kemandirian ekonomi, ekologi, dan penguatan ekosistem halal dari akar rumput," tegas Prof. Chotib.

Ia juga menekankan pentingnya mencetak lulusan berkarakter moderat (Wasathiyah) yang memegang teguh ajaran keteladanan dan trilogi ukhuwah K.H. Achmad Siddiq.

Sementara pada aspek kelembagaan, ia menargetkan akselerasi status kampus dari Badan Layanan Umum (BLU) menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang menerapkan Zona Integritas WBK-WBBM.

"Bertransformasi dari BLU menuju PTN-BH adalah kunci agar kampus kita lincah, mandiri secara finansial, serta bersih melalui penegakan Zona Integritas WBK-WBBM demi mengawal kemaslahatan umat," pangkasnya.