JAKARTA, POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melatih 59.575 guru sekolah dasar (SD) untuk mengajar Bahasa Inggris mulai awal November 2026.

Program ini menjadi bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, sebanyak 5.777 guru kelas telah mengikuti pelatihan hingga 2026.

Pelatihan berikutnya akan melibatkan 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris.

“Awal November akan melatih 59.575 guru kelas SD untuk kecakapan mengajar Bahasa Inggris dengan melibatkan 107 kampus yang memiliki prodi Pendidikan Bahasa Inggris,” ujar Mu’ti, dikutip Selasa (27/10/2026).

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru sebelum kebijakan Bahasa Inggris wajib diterapkan di tingkat sekolah dasar.

Selain persiapan tenaga pengajar, Kemendikdasmen memaparkan hasil kajian penggunaan perangkat interaktif digital (PID) dalam pembelajaran.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menyebut 85,7 persen sekolah telah memanfaatkan perangkat tersebut dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Menurut Toni, penggunaan PID membantu meningkatkan antusiasme siswa, mempermudah pemahaman materi, mengembangkan keterampilan digital, serta mendorong inovasi metode mengajar.

Perangkat ini juga dinilai mendukung pembelajaran bagi siswa dengan kebutuhan dan kemampuan beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Kemendikdasmen menempatkan peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari upaya mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.