LONDON, POJOKSATU.id - Perjalanan Harry Kane menuju penghargaan Ballon d’Or 2026 menjadi bukti bahwa karier seorang pesepak bola tidak selalu berjalan mulus.

Penyerang Bayern Muenchen itu kini mencapai puncak prestasi individu setelah melewati masa peminjaman di sejumlah klub Inggris sebelum menjelma menjadi salah satu striker paling produktif di Eropa.

Kane meraih Ballon d’Or 2026 dalam acara penganugerahan di London pada Senin (26/10/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Ia mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola tersebut.

Gelar ini sekaligus menjadikan Kane pemain Inggris pertama yang memenangi Ballon d’Or sejak Michael Owen pada 2001.

Dalam pidato penerimaan trofi, Kane mengaku sulit mengungkapkan perasaannya. Ia menyebut penyelenggaraan acara di London membuat pencapaian tersebut terasa lebih istimewa.

Kane juga memberikan penghargaan kepada rekan-rekannya di Bayern Muenchen, pelatih Vincent Kompany, serta staf kepelatihan yang mendukung perkembangannya.

Menurut Kane, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari lingkungan tim yang mendorongnya untuk terus berkembang, baik sebagai pemain maupun sebagai pemimpin.

Sempat Berjuang Mendapatkan Tempat di Tim Utama

Sebelum dikenal sebagai mesin gol Bayern Muenchen, Kane harus melewati perjalanan panjang untuk membangun karier profesionalnya.

Lahir di London pada 28 Juli 1993, Kane mengawali perjalanan sepak bolanya di akademi Ridgeway Rovers. Ia sempat bergabung dengan akademi Arsenal sebelum melanjutkan perkembangan di Watford dan Tottenham Hotspur.

Namun, menembus tim utama Tottenham bukan perkara mudah. Kane harus menjalani sejumlah masa peminjaman untuk memperoleh kesempatan bermain dan pengalaman kompetitif.

Pada 2011, ia memperkuat Leyton Orient yang berkompetisi di kasta ketiga sepak bola Inggris. Setahun kemudian, ia melanjutkan perjalanan bersama Millwall di Championship.

Kane juga sempat dipinjamkan ke Norwich City dan Leicester City. Meski belum langsung menunjukkan produktivitas tinggi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya sebelum mendapatkan tempat lebih besar di Tottenham.

Kesempatan itu akhirnya datang menjelang musim 2013/2014. Kane mulai mendapatkan menit bermain lebih banyak dan perlahan berkembang menjadi penyerang utama klub London Utara tersebut.

Selama membela Tottenham, ia mencetak 280 gol dan menyumbangkan 63 assist dalam 435 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah klub.

Ketajaman Berlanjut Setelah Pindah ke Jerman

Setelah menghabiskan sekitar satu dekade bersama Tottenham, Kane memutuskan mencari tantangan baru dengan bergabung ke Bayern Muenchen.

Perpindahan ke Bundesliga membuktikan bahwa produktivitasnya tidak bergantung pada kompetisi Inggris. Kane tetap mampu mencetak gol secara konsisten dan menjadi bagian penting dalam upaya Bayern meraih gelar.

Pada musim 2025/2026, Kane mencatatkan total 73 gol di seluruh kompetisi bersama Bayern dan timnas Inggris. Produktivitas tersebut mengantarkannya meraih European Golden Shoe sebagai pencetak gol terbanyak di liga-liga Eropa.

Bersama Bayern, ia turut berperan dalam keberhasilan klub menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal. Di Liga Champions, Kane mencetak 14 gol, satu gol lebih sedikit dibandingkan Mbappe yang mengoleksi 15 gol bersama Real Madrid.

Meski Bayern tersingkir pada semifinal Liga Champions dari Paris Saint-Germain, pencapaian Kane sepanjang musim tetap menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan Ballon d’Or.

Rekor Bersama Timnas Inggris Menambah Prestasi

Kontribusi Kane tidak hanya terlihat di level klub. Bersama timnas Inggris, ia juga terus menambah catatan prestasinya sebagai kapten sekaligus pencetak gol utama.

Kane menjalani debut internasional pada 2015 dan dipercaya menjadi kapten Inggris tiga tahun kemudian. Hingga periode yang disebutkan dalam laporan tersebut, ia telah mencatatkan 125 penampilan dan 91 gol bersama The Three Lions.

Jumlah penampilan itu menyamai rekor Peter Shilton, sedangkan koleksi golnya memperpanjang catatan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Inggris.

Pada Piala Dunia 2026, Kane memimpin Inggris hingga finis di posisi ketiga. Ia mencetak enam gol selama turnamen, termasuk kontribusi penting dalam sejumlah pertandingan fase gugur.

Prestasi bersama tim nasional tersebut semakin melengkapi musim impresif Kane, yang juga meraih berbagai pencapaian bersama Bayern.

Ballon d’Or Menjadi Puncak Perjalanan Panjang

Keberhasilan Kane meraih Ballon d’Or 2026 memperlihatkan bagaimana perjalanan karier yang penuh tantangan dapat berujung pada pencapaian besar.

Ia tidak langsung menjadi bintang ketika memasuki sepak bola profesional. Masa peminjaman, persaingan mendapatkan tempat di tim utama, hingga keputusan meninggalkan klub yang membesarkan namanya menjadi bagian dari proses panjang tersebut.

Kini, setelah mencetak puluhan gol dalam satu musim dan berkontribusi bagi klub maupun tim nasional, Kane berhasil meraih penghargaan individu yang selama ini menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam sepak bola.