POJOKSATU.id - Knalpot brong dan jalur rawan kecelakaan menjadi perhatian Polres Garut dalam Operasi Patuh Lodaya 2026.
Sebanyak 110 personel dikerahkan untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas, menekan risiko kecelakaan, serta menjaga kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Operasi tersebut diawali dengan apel gelar pasukan di Lapangan Mapolres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Senin, 26 Oktober 2026.
Apel dipimpin Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”.
Niko menjelaskan, Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat dengan melibatkan sekitar 1.800 personel.
Di Kabupaten Garut, kegiatan ini berlangsung hingga 8 November 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju pengamanan Natal dan Tahun Baru melalui Operasi Lilin.
“Tujuannya adalah untuk menjelang di operasi natal tentunya kita ingin meningkatkan kesadaran yang sudah ada untuk kita tumbuhkan kembali sehingga fokus dari sini adalah untuk bisa meningkatkan kesadaran hukum terhadap masyarakat sehingga mereka bisa tertib berlalulintas,” ucapnya.
Puluhan Knalpot Brong Diamankan
Salah satu fokus penertiban adalah penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong.
Selain mengganggu kenyamanan warga, penggunaan knalpot tersebut dinilai berpotensi memicu gesekan sosial dan mengganggu ketertiban umum.
Niko mengungkapkan, dalam penertiban pada malam Minggu sebelumnya, petugas telah mengamankan puluhan knalpot brong.
Penindakan serupa akan terus dilakukan, termasuk di kawasan yang menjadi perhatian selama operasi.
“Malam Minggu kemarin kita sudah bisa mengumpulkan ada puluhan knalpot brong yang kita amankan, yang tentunya nanti di lokasi blank spot itu tentunya salah satu nanti ada tempat-tempat juga yang akan kita lakukan. Karena itu juga menjadi mengganggu ya, mengganggu dan bisa beberapa menimbulkan kejahatan,” lanjutnya.
Selain menertibkan knalpot, petugas mengawasi kelengkapan administrasi kendaraan, penggunaan sabuk pengaman, serta pelanggaran lain yang terlihat langsung di jalan.
Penanganan dilakukan melalui teguran, langkah preventif, hingga penegakan hukum sesuai kondisi di lapangan.
Jalur Limbangan-Malangbong Jadi Perhatian
Polres Garut juga memprioritaskan pengawasan di kawasan rawan kecelakaan atau blank spot.
Salah satu titik utama berada di jalur Limbangan hingga Malangbong, terutama pada ruas jalan yang menyempit setelah kendaraan masuk dari arah Nagreg.
Pengawasan turut diperketat di puluhan titik rawan lainnya.
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan, terutama di jalur dengan kondisi lalu lintas yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.
Untuk memperkuat pencegahan, Polres Garut mengoptimalkan program Polisi Go To School.
Melalui program tersebut, petugas memberikan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas secara langsung ke sekolah-sekolah di Kabupaten Garut.
Niko berharap operasi ini tidak sekadar meningkatkan kepatuhan selama petugas berada di jalan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan setiap kali berkendara.***





