CIREBON, POJOKSATU.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar aksi bersih-bersih Musala Al Abror di lingkungan Stasiun Cirebon sekaligus edukasi keselamatan di perlintasan sebidang JPL 200, Jalan Slamet Riyadi, Kota Cirebon, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan Komunitas Pecinta Kereta Api Edan Sepur Cirebon dan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Community Relations.
Dalam aksi sosial itu, KAI Daop 3 Cirebon bersama komunitas Edan Sepur menyerahkan perlengkapan ibadah dan alat kebersihan secara simbolis. Kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan bagian dalam musala serta area di sekitarnya untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas ibadah di lingkungan stasiun.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan komunitas dan masyarakat.
“Melalui program Community Relations ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan sederhana seperti menjaga kebersihan musala dapat menumbuhkan kepedulian bersama terhadap fasilitas umum,” ucapnya Senin (26/10/2026).
Tak hanya aksi sosial, kegiatan tersebut juga diisi edukasi keselamatan di perlintasan sebidang JPL 200, Jalan Slamet Riyadi. Bersama Edan Sepur dan mahasiswa, petugas memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan agar mematuhi rambu dan sinyal serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi jalur kereta api.
Pesan keselamatan disampaikan melalui sosialisasi dan pembentangan spanduk imbauan kepada masyarakat. Pengguna jalan diingatkan agar tidak mengabaikan sinyal peringatan maupun menerobos palang pintu perlintasan.
Muhibbuddin menegaskan, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan dan kepedulian semua pihak. Kelalaian saat melintasi jalur kereta api dapat membahayakan pengendara maupun perjalanan kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan sebidang. Jangan menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan karena kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon berharap kolaborasi dengan komunitas dan mahasiswa dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
KAI pun mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas umum, mematuhi aturan di perlintasan sebidang, serta berperan aktif menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman dan nyaman.***



