JAKARTA, POJOKSATU.id , Kadivkum Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Ahrie Sonta Nasution masih berumur 45 tahun pada 2026 ini atau saat kasus penyadapan Presiden Prabowo terjadi.

Namun karier moncernya di kepolisian tamat disebabkan terlibat penyadapan telepon seluler Presiden Prabowo, ketua partai, pejabat negara, media, tokoh LSM dan pengusaha.

Kini Ahrie Sonta tersangka dan ditahan di Rutan Mabes Polri bersama eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Irjen Eko Hadi Santoso sejak Selasa (4/11/2026).

Pria keturunan Batak Mandailing bermarga Nasution ini menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri dengan pangkat Irjen sekitar satu bulan saja.

Ahrie Sonta ikut dimutasi bersamaan dengan 87 perwira tinggi dan menengah Polri lainnya yang dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada 2 Oktober 2026.

Ahrie Sonta yang baru berusia 45 tahun ini termasuk perwira polisi dengan karier melejit sebelum kakinya tersandung kasus penyadapan.

Dalam rentang setahun, pangkatnya bisa naik dari Brigjen menjadi Irjen.

Ahrie Sonta merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 2 April 1981 itu sempat mengemban tugas dan terlibat dalam operasi penting di lingkup Polri.

Pada Oktober 2024, Kombes Ahrie Sonta terpilih sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelum menjabat Kadivkum Polri, dia merupakan Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tk II Divpropam Polri.

Tahun 2025 Pangkat Brigjen Ahrie Sonta menjadi satu dari 27 perwira tinggi (pati) Polri yang resmi naik pangkat, Senin (6/10/2025) malam. Ahrie Sonta saat itu naik pangkat menjadi Brigjen di Rupattama Mabes Polri.

Jabatannya saat Pecah Bintang sebagai Penyelidik Pengamanan Internal (Paminal) Utama Tingkat II Divpropam Polri.

Pada tahun 2019, Ahrie diangkat sebagai ketua tim pemantau di biro pembinaan operasional Bareskrim Polri. Ahrie turut hadir dalam penangkapan Djoko Tjandra.

Tahun 2019, Ahrie dipromosikan menjadi ajun komisaris besar polisi (AKBP).

Pada 3 Agustus 2020, Ahrie diangkat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Ahrie menarik perhatian media saat mendampingi Listyo menjalani fit and proper test di DPR pada 20 Januari 2021.

Dia menjadi satu-satunya perwira menengah kepolisian yang mendampingi Listyo.

Setelah Listyo menjabat Kapolri pada 18 Februari 2021, Ahrie diangkat sebagai sekretaris pribadi Listyo.

Ia menerima kenaikan pangkat luar biasa menjadi Kombes pada bulan Agustus 2021, menjadi yang pertama di angkatannya yang mencapai pangkat tersebut.***