JAKARTA, POJOKSATU.id - Sosok AKBP Netty Rosdiana Siagian tengah menjadi perbincangan publik. Dia baru saja mengajukan pengunduran diri dari kepolisian yang diunggah melalui medsosnya.

Netty terakhir menjabat sebagai Kabagrenmin Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Netty merupakan wanita dari suku Batak Sumatera Utara dengan marga Siagian.

Info pengunduran diri ini pun dipublikasikan di Instagram pribadinya @netty_diana, Sabtu (31/10/2026).

“Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani,” ujarnya di keterangan foto yang dia unggah.

“Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini,” jelasnya lagi.

Menurutnya, seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan.

“Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip,” tegasnya.

Sebab menurutnya, pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan.

“Salam dari saya. Dr Netty Rosdiana Siagian. Jabatan terakhir Kabagrenmin Ditreskrimum PMJ,” jelasnya.

Dalam kurun 11 jam, unggahan ini sudah dikomentari 835 orang atau akun dan disukai lebih 91.200 orang.

Kehilangan Teman Karib

Belum lama, AKBP Netty baru saja kehilangan teman karibnya, Wakajati Bangka Belitung Yuliana Sagala. Yuliana juga merupakan eks Wakajati Banten.

Yuliana Sagala meninggal lima hari lalu atau Senin (26/10) karena menderita sakit dan sempat dirawat selama enam bulan di Jakarta.

“Selamat Jalan, Sahabatku. Sungguh, tak pernah terbayang akan menerima kabar kepergianmu secepat ini. Ada rasa kehilangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, ketika seseorang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup harus pergi untuk selamanya,” kata Netty.

Menurut Netty, kita tak pernah benar-benar tahu kapan waktu kita di dunia ini akan berakhir. Kita hanya menjalani hari demi hari, tanpa menyadari bahwa setiap perjumpaan bisa menjadi kenangan yang tak akan terulang kembali.

“Kini, Tuhan telah memanggilmu pulang lebih dahulu. Kiranya Tuhan Yesus menyambutmu dalam kasih dan damai-Nya, serta memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

“Selamat beristirahat dalam damai, Yuliana. Kepergianmu meninggalkan duka, tetapi kebaikan, pengabdian, dan kenangan tentangmu akan tetap hidup di hati kami,” jelas AKBP Netty.***