SLEMAN, POJOKSATU.id - Penyelenggaraan RANS Carnival 2026 di kawasan Sleman, Yogyakarta, berlangsung di tengah sorotan publik terhadap pemilik perusahaan RANS, Raffi Ahmad.

Festival hiburan yang digelar PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk tersebut tetap dibuka pada Sabtu (31/10/2026), meskipun sejumlah musisi dan tenant yang sebelumnya dijadwalkan ikut meramaikan acara memutuskan mundur.

Situasi ini membuat penyelenggaraan RANS Carnival tahun ini berbeda dari rencana awal. Manajemen bahkan mengakui adanya penyesuaian konsep dengan menggelar acara dalam format yang lebih sederhana.

Kontroversi yang membayangi festival tersebut bermula dari kehadiran Raffi Ahmad dalam deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 28 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menuai kritik karena berlangsung bersamaan dengan demonstrasi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Deklarasi itu juga dipersepsikan sebagian pihak sebagai aksi tandingan terhadap demonstrasi mahasiswa.

Bahkan, muncul dugaan mengenai keterlibatan massa bayaran dalam kegiatan tersebut.

Namun, tudingan itu masih berupa narasi dan kritik yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tipe-X hingga Guyon Waton Batalkan Penampilan

Dampak kontroversi mulai terlihat menjelang pelaksanaan RANS Carnival.

Sejumlah musisi yang sebelumnya masuk dalam daftar pengisi acara memilih membatalkan keikutsertaan mereka.

Nama-nama yang dikabarkan mundur antara lain Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho.

Keputusan tersebut juga diikuti sejumlah tenant yang sebelumnya direncanakan berpartisipasi dalam festival kuliner.

Manajemen Tipe-X secara terbuka mengumumkan keputusan mundur melalui akun Instagram pada Sabtu (31/10/2026).

"Kita mundur dari acara ini. Sampai jumpa di lain pesta," tulis manajemen Tipe-X dalam unggahannya.

Mundurnya sejumlah pengisi acara dan tenant menjadi salah satu perubahan yang mewarnai persiapan hingga pelaksanaan festival tahun ini.

Manajemen RANS Pilih Tetap Melanjutkan Acara

Meski menghadapi perubahan daftar pengisi acara, manajemen RANS Carnival memutuskan tetap menyelenggarakan festival sesuai jadwal.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu malam (31/10/2026), manajemen menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini dilakukan dengan konsep yang lebih sederhana setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi yang berkembang.

"Mempertimbangkan situasi dan kondisi saat ini, kami terus mengupayakan agar RANS Carnival tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana," tulis Manajemen RANS Carnival.

Pihak penyelenggara sebelumnya menjelaskan bahwa RANS Carnival dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pekerja seni dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui festival tersebut, penyelenggara ingin memberikan kesempatan bagi para pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan hiburan.

Namun, pelaksanaan hari pertama tahun ini terlihat lebih sepi dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

Raffi Ahmad Beri Penjelasan soal Deklarasi Sumpah Pemuda

Di tengah situasi tersebut, Raffi Ahmad akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta.

Raffi menjelaskan bahwa dirinya datang karena menerima undangan.

Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan, penyusunan rangkaian kegiatan, maupun penentuan pihak-pihak yang diundang.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi turut menyampaikan penghormatan kepada masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan aspirasi.

Ia secara khusus menyinggung aksi mahasiswa yang berlangsung pada 28 Oktober 2026.

"Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting," imbuh Raffi melalui unggahan Instagramnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan ketika RANS Carnival tetap berlangsung di Sleman dengan sejumlah penyesuaian.