JAKARTA, POJOKSATU.id, Analis politik Saiful Huda Ems memberikan pandangan terkait penangkapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyadap Presiden Prabowo dan pihak lainnya.
Menurut Saiful Huda, penahanan Jenderal Listyo Sigit menjadi pukulan berat bagi Joko Widodo (Jokowi).
Menurut analis politik Saiful Huda Ems, dikutip Minggu 8 November 2026, di masa Jokowi sebagai Presiden dan Listyo Sigit sebagai Kapolri, Mabes Polri seperti ada dua.
"Sampai-sampai di masa Kapolri LSP, Mabes Polri seperti ada dua Satu di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan dan satunya lagi di Solo," kata Saiful.
Akibat hubungannya yang sangat dekat dengan Jokowi, kata Saiful, wajar jika kemudian meyakini Polri era Listyo merupakan masa terburuk dalam sejarah.
"Karena Jokowi sering menggunakan institusi Polri untuk kepentingan keluarganya," kata Saiful.
Beruntung, setelah hampir enam tahun memimpin korps Bhayangkara, Listyo digantikan oleh Jenderal Suyudi Ario Seto.
"Bahkan orang-orang LSP dipreteli satu-satu, dimutasi kesana kemari," kata Saiful.
Namun sayangnya, lanjut Saiful, Listyo berhasil memindahkan alat sadap tercanggih dari Mabes Polri ke rumah dinas beberapa anak buahnya.
"Dengan alat canggih itu, LSP menyadap Presiden Prabowo Subianto dan para pejabat negara, termasuk para elite partai dan tokoh-tokoh oposisi," kata Saiful.***






