JAKARTA, POJOKSATU.id , Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut piihaknya sedang menyisir profil pihak-pihak yang berada di lingkaran Presiden Prabowo Subianto.
Penyisiran atau aksi bersih-bersih ini buntut penyadapan nomor telepon Presiden Prabowo oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan komplotannya.
Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah tidak akan berhenti melakukan langkah antisipasi setelah mencuatnya kasus penyadapan oleh komplotan Listyo Sigit.
"Kalau kewaspadaan kan terus-menerus. Bersih-bersih terus," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Prasetyo menjelaskan, langkah bersih-bersih yang dimaksud dilakukan dengan menyisir profil pihak-pihak yang berada di lingkaran Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, penyisiran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pihak-pihak di sekitar Presiden mendapatkan perhatian dan evaluasi.
Lebih jauh, Prasetyo membuka kemungkinan agenda pembenahan tersebut turut dibicarakan bersama partai-partai koalisi pemerintah.
Namun, ia menyebut pembahasan itu tidak harus dilakukan dalam pertemuan khusus karena dapat disisipkan dalam agenda konsolidasi maupun pertemuan rutin koalisi.
"Kalau konsolidasi, pertemuan-pertemuan juga rutin, tapi kan tidak semuanya ya, nanti kita sampaikan ke teman-teman," pungkasnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan empat orang menjadi tersangka penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Keempatnya yakni eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution (ASN), Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EHS).
Dan Irjen Slamet Uliandi yang tadinya masih berstatus sebagai saksi kini sudah ditetapkan sebagai tersangka penyadapan kepada Presiden Prabowo.***







