JAKARTA, POJOKSATU.id - Tantri Kotak, menerima banyak hujatan usai menuliskan utas Threads tentang kesedihannya melihat video Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), membereskan sendiri dokumen ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat, 6 November 2026.
Sang vokalis band Kotak itu menuliskan, "Kok sedih ya lihatnya, sehat selalu, Allah mboten sare". Dimana, video yang viral itu, Jokowi terlihat membungkuk dan merapikan sendiri dokumen ijazah yang diletakkan di lantai dekat kursi saat dirinya menjadi saksi.
Netizen berpendapat pemilik nama lengkap Tantri Syalindri itu seharusnya tidak ikut tren sedih melihat Jokowi. Karena, ada persoalan lebih penting untuk disuarakan yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua dan Kalimantan yang masih terjadi.
Melihat respon negatif muncul atas postingannya itu, Tantri memilih menghapusnya, Sabtu, 7 November 2026. Dia tak ingin utasnya jadi sumber dosa gegara banyak hujatan yang ditulis.
"Baru lihat postingan terakhir kok jadi salah kaprah. Daripada jadi disalah artikan, menjadi gorengan, menjadi bahan dan sumber dosa Yang padahal bukan ke arah manapun dan siapapun. Saya hapus saja utasnya. Biar adem ayem semua," ungkapnya.
Dia juga menampik disebut tone deaf terhadap kasus kemanusiaan di Indonesia. Karena, menurut istri Arda eks vokalis NAFF itu, beberapa kali bersuara soal karhutla.
"Setiap panggungan Kotak kami berbicara tentang kemanusiaan, kebakaran lahan, kejahatan oleh para oknum. Semoga meluruskan narasi yang tersebar," tegasnya.
"Saya rakyat, sayapun didzalimi oleh oknum yang menyengsarakan rakyat. Semoga Indonesia membaik," sambungnya.
Tantri mempersilkan netizen mencek akun media sosialnya untuk memperkuat penjelasannya. "Coba deh cek postingan Kotak di IG saat di panggung Kotak, sudah mba, semoga semua membaik. Indonesia dan Rakyatnya yang sudah didzalimi," tuturnya.
Dia juga menanggapi netizen di Threads yang menudingnya memancing momen yang sedang panas saat ini. Baginya, tudingan itu tidak benar, dan meminta maaf jika pada akhirnya netizen berpikiran begitu.
"Enggak ada maksud memancing, kalau memang arah narasi yang tertangkap demikian. Saya minta maaf ya," jelasnya.
Tantri juga tak bermasuk membela atau berpihak terhadap siapa saja atas postingan sedih terhadap Jokowi. Dia berhadap netizen tak lagi memperpanjang perkara ini.
"Sabar, saya engga bela siapa-siapa. Sudah ya," pungkas Tantri Kotak. ***





