PURWAKARTA, POJOKSATU.id, - Kejahatan jalanan kembali terjadi tengah malam tadi ( Kamis 15/10), beberapa orang diduga bawa senjata tajam, diduga untuk melakukan intimidasi kepada seseorang.
Hal itu dikatahui oleh sejumlah warga sekitar 00.15 WIB dini hari, ada tiga orang yang diduga membawa senjata tajam untuk lakukan intimidasi seorang korban.
Warga yang melihat langsung membuat laporan cepat kepada aparat kepolisian, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada korban.
Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Purwakarta dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam.
Kejadian sendiri terjadi di sekitar pertigaan Cianting, Kamis (15/10) dini hari, sekitar pukul 00.15 WIB. Pertigaan cianting tersebut sebagian masuk wilayah kecamatan Plered dan sebagian lagi masuk wilayah Sukatani.
Berawal dari laporan warga mengenai sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam, petugas piket pengawasan (Pawas) yang dipimpin IPDA M. Wachyudin segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan situasi dan menggali informasi awal dari sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian.
Dari keterangan awal yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga bermula dari cekcok antara tiga orang pemuda dan seorang pengendara sepeda motor yang baru pulang bekerja.
Kelompok tersebut disebut membawa dua bilah senjata tajam jenis samurai. Dalam kejadian itu, seorang pengendara dilaporkan meninggalkan sepeda motor jenis Vario di lokasi.
Informasi awal lainnya menyebutkan seorang pengendara sepeda motor jenis Scoopy diduga turut mendapat ancaman. Ketiga orang yang diduga terlibat kemudian dilaporkan meninggalkan lokasi dengan membawa sepeda motor tersebut ke arah Purwakarta.
Saat melakukan pengecekan, petugas juga menerima informasi mengenai seorang warga yang melarikan diri ke arah lereng Gunung Cupu karena merasa takut.
Warga tersebut kemudian berhasil ditemukan melalui koordinasi dengan pelapor. Saat ditemukan, kondisinya dilaporkan masih belum sepenuhnya tenang.
Petugas masih menunggu keterangan lanjutan dari pengendara sepeda motor Scoopy yang diduga menjadi korban, untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh. Identitas korban dan rangkaian peristiwa tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat menjadi perhatian kepolisian dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Kehadiran polisi di lapangan merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau warga agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan diri maupun orang lain,” demikian imbauan Kapolres.
Bila masyarakat melihat atau mengalami tindak kejahatan, jangan ragu-ragu untuk menghubungi respon cepat kepolisian di nomor 110 satu kali 24 jam siap melayani masyarakat.







