MADIUN, POJOKSATU.id - Sosok Dwi Bagus Martono ternyata alumnus SMAN 2 Madiun yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi ternama di Bandung yaitu ITB.

Tersangka kasus mutilasi ibu dan anak di Madiun, Jatim ini memiliki IQ superior atau kecerdasan di atas rata-rata.

Dwi Bagus dianggap dengan sadar membunuh secara keji Dini Hardiyanti (30) dan bayinya AGF yang berusia 4 tahun.

Dirreskrimum Polda Jawa Timur Kombes Roy Hutton Marulamrata Sihombing di Surabaya, Selasa (27/10) mengatakan kecerdasan yang dimiliki tersangka adalah hasil tes psikologi yang dilakukan Polda Jatim.

“Kami sudah menerima hasil tes psikologi tersangka dan menunjukkan bahwa tersangka memiliki IQ superior, artinya kecerdasannya di atas rata-rata,” kata Roy Hutton Marulamrata, Selasa.

Indikasi lain, tersangka juga lulusan dari perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, namun kepolisian tidak menyebut lembaga pendidikan yang pernah diikuti.

Artinya, katanya, pelaku memiliki pendidikan yang juga cukup bagus.

Dalam kesempatan itu, juga dijelaskan terkait tindakan pelaku yang membunuh istri dan anaknya. Pelaku, dari hasil penyidikan, terungkap melakukan tindakan itu selama dua hari untuk menghilangkan jejak kejahatannya di Kota Madiun.

Selama dua hari itu, seluruh rangkaian dilakukan dan terakhir membuang abu di sungai.

“Prosesnya dari membunuh, mutilasi dan membakar dan menggiling daging korban dan terakhir membuang abunya ke sungai,” katanya.

Sosok Pintar di Kampung

Warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun di lingkungan tempat tinggal Bagus tidak menyangka, tersangka pembunuhan sadis tersebut adalah sosok yang mereka kenal sebagai pria cerdas.

Berdasarkan keterangan Eko Sumaryono tetangga Bagus, tersangka sosok yang pintar, pendiam, dan selalu menyempatkan diri bersosialisasi dengan tetangga di tengah kesibukan pekerjaannya.

"Pintar orangnya, setelah lulus SMA langsung kuliah ke luar kota," kata Eko Sumaryono, Selasa (27/10/2026).

Bagus ternyata lulusan SMAN 2 Madiun, lalu melanjutkan kuliah di ITB dan kemudian bekerja di luar kota di sektor perkapalan.

Kuasa Hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf, menyebutkan bahwa pelaku memang dikenal di kalangan teman-temannya bekerja di bidang perkapalan.

"Latar belakang dari pelaku ini memang dia salah satu pekerja yang cukup dikenal di kalangan teman-temannya di bidang perkapalan," ujarnya ditemui di depan Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (26/10/2026) malam.

"Dia sebenarnya bukan ABK biasa, melainkan tenaga kerja yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan asing di luar negeri," imbuh Ikbal.

Ikbal melanjutkan, dari hasil analisis profiling dan wawancara langsung dengan pelaku, Dwi Bagus disinyalir berprofesi sebagai konsultan perkapalan.

"Mungkin semacam konsultan untuk perkapalan-perkapalan, seperti itu yang saya dalami dan saya profiling dari hasil pertanyaan saya kepada pelaku," katanya.***