JAKARTA, POJOKSATU.id - Kreator konten dewasa Siskaeee terus menggunakan akun media social terutama Threads untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Siskaeee juga tak peduli dicap hanya vokal atau 'tajam' ke pemerintahan saat ini. Netizen menilainya bungkam pada era sebelumnya.

Untuk soal ini, Siskaeee punya alasan tersendiri, meski dia tak menampik saat inilah yang membuatnya pantas bersuara tajam.

"Pengen tanya aja @official.siskaeee sering kritik gak era presiden sebelumnya? Konsistensi dalam politik itu penting," satu komentar netizen yang diresponnya.

Pemilik nama lengkap Fransiska Candra Novitasari ini menjelaskan, dahulu dengan segala proses hukum yang harus dilalui membuatnya sulit bersuara.

Ya, dia sempat ditahan berulang kali karena produksi konten dewasa. Selain itu, dirinya memastikan saat ini telah cukup dewasa dan memiliki follower sehingga suaranya bakal terdengar.

"Saya kelahiran 1998. Era presiden sebelumnya saya masuk bui 2x. Era presiden sebelumnya masih sekolah, kuliah. Belum punya platform dan audience sebesar sekarang. What do u expect dari bocah kemaren sore yang bukan siapa” dan enggak dikenal?," ungkapnya.

"Bedakan sama era sekarang. Ya emang rejim bobrok dan kebetulan SISKAEEE ada dengan platformnya. Sampai sini dulu nyampe enggak berpikirnya?," sambungnya.

Dia juga menjelaskan, meski Twitter (X) telah lama hadir. Tetapi, dia belum cukup umur untuk memahami politik kala itu.

"Tahun 2009 saya belum tau apa itu Twitter, karena saya masih SD. HP aja enggak punya. Jadi gimana mau bahas politik? (saat itu)," tegasnya.

Siskaeee juga menambahkan, tidak akan selalu merespos komentar netizen terkhusus buzzer yang mempersoalkan warga kritik pemerintah.

"Setiap utas, postingan, komentar buzzer gaperlu semuanya direspon. Enggak perlu didebat. Karena apa? Karena, semakin tinggi engagement mereka, semakin berkali lipat nilai rupiah yang mereka dapat," jelasnya.

"Mereka mendapat pemasukan dari memainkan emosi kita. Jadi management emosi sebaik mungkin ya," imbau Siskaeee. ***