JAKARTA, POJOKSATU.id , Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi penangkapan tiga jenderal polisi aktif karena terlibat penyadapan Presiden Prabowo.
SBY menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi politik Indonesia yang semakin liar dalam perebutan kekuasaan.
“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tegas SBY lewat akun X resminya dikutip Pojoksatu.id, Rabu (4/11).
Dengan kejadian penyadapan ini, SBY khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, SBY bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.
“Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini,” ujarnya.
Tiga Tersangka Penyadapan Presiden
Mantan Kapolri dan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penyadapan ilegal (illegal tapping) dan penghapusan data elektronik, Selasa (3/11/2026).
Selain Listyo Sigit Prabowo, Bareskrim Polri juga menetapkan dua perwira tinggi Polri lainnya sebagai tersangka yaitu Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (Kadivkum Polri) dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso (Widyaiswara Kepolisian Utama Sespim Lemdiklat Polri).
Penetapan tersangka ini disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim, Selasa malam.***






