SIAK, POJOKSATU.id - Brigadir WP (37) polisi yang membunuh ibu kandung di Sungai Apit Kabupaten Siak ternyata baru dua hari pulang ke rumahnya dari Kota Pekanbaru.

Selama ini Brigadir WP bertugas di Biddokkes Polda Riau dengan indikasi mengidap skizofrenia dan rutin mengkonsumsi obat.

Farida Hanum (64) meninggal di tangan anak ketiganya sendiri di rumah mereka di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (27/10).

Menurut Lurah Sungai Apit, Irvan Zulhakim, WP pulang ke rumah orang tuanya selama dua hari sebelum peristiwa itu terjadi.

Selama berada di rumah, Farida tetap memberikan perhatian kepada anaknya sebagaimana yang biasa dilakukan seorang ibu.

Tidak ada firasat buruk yang diketahui keluarga maupun lingkungan sekitar sebelum kejadian tersebut.

“Selalu memperhatikan WP ini apa pun kondisinya, bahkan sampai pulang terakhir ini sang ibu masih memberikan perhatian yang sama,” kata Irvan, Rabu (28/10).

Bagi warga yang mengenal keluarga tersebut, perhatian Farida kepada WP bukan hal baru.

Sang ibu tetap menerima dan memperhatikan anaknya ketika pulang ke Sungai Apit.

WP diketahui sesekali pulang untuk menemui ibunya. Ia biasanya menggunakan jasa travel dari Kota Pekanbaru menuju Sungai Apit.

Farida Hanum, pensiunan guru yang semasa hidupnya dikenal sangat menyayangi WP.

Sehari setelah peristiwa itu, Rabu (28/10/2026), warga masih membicarakan tragedi yang merenggut nyawa perempuan yang dikenal bersahaja tersebut.

Menurut Lurah, Farida dikenal sebagai sosok yang baik, sederhana, dan sangat menyayangi WP, meskipun anaknya itu diketahui mengalami masalah kesehatan mental.

“Ibu Farida bukanlah sosok yang asing di Sungai Apit, sangat baik dan sangat bersahaja, bahkan semua orang tahu bahwa ia sangat menyayangi anaknya tersebut,” ujar Irvan, Rabu (28/10/2026).

Farida tinggal di kawasan yang berdekatan dengan SMAN 1 Sungai Apit. Selain dikenal sebagai mantan guru, ia juga memiliki rumah kos yang dihuni anak-anak sekolah.

Menurut Irvan, Farida dikenal ramah, termasuk kepada para penghuni kosnya. Sikap bersahaja itu membuatnya dikenal oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

“Ibu Farida ini juga punya kos-kosan untuk anak-anak sekolah. Ia terkenal ramah di lingkungannya, termasuk kepada anak-anak kos,” ujarnya.***