CILEGON, POJOKSATU.id - Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dikerahkan untuk menangani kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di alur masuk Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.

Operasi gabungan tersebut berhasil mengevakuasi 460 orang yang berada di kapal.

Berdasarkan keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, jumlah tersebut terdiri atas 420 penumpang dan 40 anak buah kapal (ABK). Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sebanyak 11 orang harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon.

Besarnya jumlah penumpang yang harus diselamatkan membuat sejumlah unsur maritim dikerahkan untuk mendukung evakuasi sekaligus pemadaman api.

Berawal dari Laporan Darurat ke VTS Merak

Kebakaran KMP Batumandi dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak.

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.52 WIB dan sedang dalam perjalanan menuju Merak.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Vessel Traffic Service (VTS) Merak, kebakaran dilaporkan terjadi di kamar mesin kapal.

Sementara itu, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menyebut dugaan sementara kebakaran bermula dari percikan di area buritan, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

Perbedaan informasi awal mengenai lokasi munculnya api tersebut masih perlu diklarifikasi melalui penyelidikan lebih lanjut.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Basarnas dan kepolisian untuk mendalami penyebab kebakaran.

“Dugaan sementara ada percikan dari area buritan kapal. Tapi hal ini masih kami dalami,” ujarnya dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.

Evakuasi Berlangsung hingga Pukul 18.30 WIB

Setelah menerima laporan keadaan darurat, petugas VTS Merak segera mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, dan instansi terkait.

Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak mulai bergerak menuju lokasi pada pukul 16.45 WIB. Lokasi kejadian dilaporkan berjarak sekitar 0,86 mil laut dari titik keberangkatan tim.

Dukungan berikutnya datang dari Tim Rescue Kantor SAR Banten. Pada pukul 17.00 WIB, KN SAR Tetuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Banten turut diberangkatkan untuk memperkuat operasi penyelamatan.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Berdasarkan keterangan Basarnas Banten, seluruh penumpang dan kru telah berhasil dievakuasi hingga pukul 18.30 WIB.

Para penumpang dan awak kapal kemudian dibawa ke KMP Royce 1 serta Dermaga 6 Pelabuhan Merak untuk pendataan dan penanganan lanjutan.

Pendataan dilakukan dengan mencocokkan jumlah orang yang dievakuasi dengan manifes kapal guna memastikan tidak ada penumpang maupun kru yang tertinggal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Yogie Nugraha, sebelumnya menyampaikan bahwa pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 telah melaporkan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dipindahkan ke kapal tersebut.

Belasan Kapal Terlibat dalam Pemadaman

Setelah evakuasi penumpang selesai, upaya penanganan terhadap kapal yang terbakar tetap dilanjutkan.

Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dilibatkan, antara lain KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan, masyarakat, serta unsur kepabeanan.

Pada pukul 19.00 WIB, KN SAR Tetuka dan RIB 01 Banten melaksanakan pendampingan terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam pemadaman.

Tim juga memantau perairan sekitar untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Banten, TB Karya Pacific 2291 menyampaikan pada pukul 21.25 WIB bahwa proses evakuasi dan pemadaman KMP Batumandi telah selesai.

Meski demikian, empat kapal tunda masih dinilai diperlukan untuk mendukung penanganan pada saat itu sebelum TB Karya Pacific 2291 kembali menuju Ciwandan.

Hingga laporan terakhir diterima, seluruh penumpang dan kru telah berhasil diselamatkan.

Tim SAR tetap bersiaga untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan.

Adapun penyebab pasti kebakaran KMP Batumandi masih menunggu pendalaman dari pihak terkait.