POJOKSATU.id, BANJARMASIN—Hingga Minggu (4/10/2026) atau hari ke-22 pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa, sebanyak 53 orang masih hilang.

Terbaru dua korban ditemukan Tim SAR darat Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu (4/10).

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan kedua jasad ditemukan ketika tim SAR gabungan melakukan penyisiran di wilayah Kabupaten Seruyan.

"Setelah ditemukan, kedua korban dievakuasi menggunakan Kapal RIB 02 Kantor SAR Palangka Raya menuju Pos TNI AL Kumai untuk selanjutnya mendapatkan penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait untuk memastikan data dan status korban," katanya di Banjarmasin, Minggu (4/10).

Baca Juga: Operasi Pengangkatan KM Virgo Transport 8 dari Laut Jawa Diusahakan Bulan Ini

Dia mengatakan penemuan tersebut menjadi bagian dari pencarian lanjutan terhadap korban KM Virgo Transport 8 yang masih dilakukan di wilayah darat dan perairan Kalimantan Tengah.

"Operasi SAR masih terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung pencarian korban serta memperkuat koordinasi antarpihak di lapangan," ujarnya.

Pencarian korban melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah potensi SAR lainnya. Tim gabungan melakukan penyisiran di berbagai wilayah yang telah ditetapkan sebagai titik fokus pencarian.

Baca Juga: Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 Diperluas ke Perairan Kalteng dan Kalbar

Dengan ditemukannya dua jasad tersebut, operasi SAR masih terus berlanjut dengan mengerahkan unsur darat dan laut untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Hingga hari ke-22 operasi SAR pada Minggu pukul 17.30 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 190 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 82 orang meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 53 korban masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Operasi Penyelaman Dihentikan

Berita sebelumnya, memasuki hari ke-21 atau Sabtu (3/10), pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 dengan operasi underwater atau penyelaman dihentikan.

Hal ini karena kondisi jasad yang tak memungkinkan lagi untuk dievakuasi dengan cara tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Basarnas RI, M Syafii, bahwa kondisi jasad korban mulai berubah sejak memasuki hari ke-3 pencarian. Ia menyebut golden time untuk melakukan pencarian ialah sejak hari pertama hingga hari ketiga.

Ia menjelaskan bahwa kondisi jasad yang dievakuasi pada hari-hari sebelumnya masih memungkinkan untuk dibawa naik ke permukaan air secara sendiri.

"Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam.***