BANTEN, POJOKSATU.id - Edi, penumpang KMP Batumandi, memberikan kesaksian terbakarnya kapal di perairan Selat Sunda saat hendak sandar di Pelabuhan Merak, Selasa sore (20/10).
KMP Batumandi berangkat dari Pelabuhan Bakaheuni Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten. Kapal motor penyeberangan ini melayani rute Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.
Edi mendengar suara ledakan sebelum kapal terbakar. Suara ledakan terdengar dua kali.
Dia mengatakan sebelum asap menyelimuti ruangan kapal, suara ledakan terdengar dari kamar mesin.
Edi mengaku mendengar suara itu dua kali sebelum pengumuman darurat disuarakan kru kapal.
"Pertama, sebelum kejadian, ada meledak 'teng' di mesin sebelah kiri. Habis itu keluar asap kecil. Habis keluar asap kecil gitu, saya ngomong, 'Ini bakalan gede. Tolong sediain pelampung'. Tapi orang pada diam," kata Edi di Pelabuhan Merak, Selasa (20/10/2025).
Para penumpang baru panik saat suara ledakan kedua. Dia menyebut lampu kapal langsung mati tak lama setelah suara ledakan kedua tersebut.
“Meledak kedua, dum, mesin, itu sudah gelap. Orang pada panik. Saya untung pakai handuk (nutup hidung). Terus saya teriak’ tolong turunin sekoci’ kagak diturunin sampai penumpang habis (dari kapal),” jelasnya.
Saat sirine bunyi, penumpang kapal oleh petugas diminta memakai pelampung. Saat itu, kepanikan tak terbendung hingga penumpang ada yang langsung melompat ke laut.
"Loncat. Tapi kan diselamatkan oleh nelayan. Nelayan Merak," katanya.
Berdasarkan data manifest resmi, KMP Batumandi yang mengalami kebakaran di perairan sekitar Pelabuhan Merak mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.***






