POJOKSATU.ID- Aksi arogan Briptu Asky Risal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud berujung minta maaf, secara terbuka usai video aksi arogansinya terhadap mahasiswa pengunjuk rasa viral dan memicu kecaman publik.
Dalam video klarifikasi berdurasi singkat yang beredar, Briptu Asky mengakui bahwa tindakannya yang menepis ponsel dan melakukan kontak fisik terhadap mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda merupakan tindakan emosional dan tidak profesional.
Hilang Garangnya Saat Minta Maaf
Briptu Asky menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada mahasiswa yang bersangkutan, institusi Polri, serta masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh sikapnya di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim.
"Saya secara pribadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan mahasiswa, khususnya adik-adik GMNI, atas kekhilafan dan sikap emosional saya di lapangan. Tindakan tersebut murni kekhilafan pribadi saya tanpa ada instruksi dari pimpinan," ujar Briptu Asky dalam permohonan maafnya.
Ia juga menegaskan siap menjalani seluruh proses pemeriksaan disiplin dan menerima sanksi yang ditetapkan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalimantan Timur.
Proses Etik Tetap Berjalan
Meskipun permohonan maaf telah disampaikan, pihak Kepolisian Daerah Kaltim memastikan bahwa proses pemeriksaan internal oleh Propam tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa permohonan maaf tidak menghapuskan dugaan pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan oleh anggota.
Saat ini, Briptu Asky masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menentukan sanksi disiplin, termasuk evaluasi penarikan dari tugas penugasan pengawalan pribadi pejabat publik.***



