JEMBER, POJOKSATU.id - Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran 38 unit 'Mobil Cinta' oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Inovasi gagasan Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait) ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat berpihak pada rakyat kecil.
Akmal menyebut program layanan antar pulang gratis bagi pasien yang telah dinyatakan sembuh ini sebagai terobosan yang luar biasa.
Ia bahkan mengonfirmasi bahwa sejauh ini, inovasi tersebut adalah satu-satunya yang pernah ia temui di tingkat kabupaten atau kota.
"Ini perwujudan gotong royong, semua tertolong. Ini justru kita lihat menjadi contoh mungkin kepada bupati ke daerah lain, kabupaten kota di seluruh wilayah Indonesia," ujar Akmal usai menghadiri acara peluncuran di RSD Balung, Kamis (8/10/2026).
Lebih lanjut, Akmal secara khusus menyoroti keberhasilan Gus Fawait dalam mengeksekusi program tersebut meskipun Kabupaten Jember pada dasarnya memiliki keterbatasan pada kemampuan fiskalnya.
Ia memuji kreativitas bupati yang tetap mampu menghadirkan layanan esensial bagi masyarakat di tengah tantangan anggaran daerah.
"Kalau kabupaten yang fiskalnya kuat, ini mungkin wajar saja. Tapi dengan kreativitas Pak Bupati, ini ternyata bisa diwujudkan program-program yang pro rakyat terlihat, dan bagaimana cara mewujudkannya Pak Bupati yang punya rahasia jitunya," tambahnya.
Dari kacamata regulasi, Akmal memastikan bahwa operasional armada antar-jemput ini tidak akan tumpang tindih dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah berjalan.
Layanan ini diposisikan murni sebagai bentuk pelayanan tambahan yang didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), di mana landasan hukumnya telah selaras dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025.
Inovasi kolaboratif ini dinilai semakin mempertegas komitmen Jember yang saat ini telah menyandang status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Dengan predikat tersebut, masyarakat Jember yang terdaftar sebagai peserta aktif JKN dipastikan sudah mendapat jaminan akses layanan kesehatan menyeluruh, yang kini kian disempurnakan dengan fasilitas antar kepulangan.
Di samping memberikan kemudahan mobilitas bagi warga yang kurang mampu, operasional puluhan armada ini diyakini akan berdampak positif pada manajemen sirkulasi tempat tidur rawat inap di rumah sakit.
"(Langkah) ini dalam rangka juga supaya antrean-antrean ini bisa terkendali, terhadap banyaknya antrean dari warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan," pungkas Akmal.
Seperti diketahui, Mobil Cinta ini difungsikan sebagai sarana transportasi gratis untuk mengantar pasien dari warga kurang mampu untuk sampai ke rumah setelah dinyatakan sembuh dari Rumah Sakit.







