Bogor, POJOKSATU.id, Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung profesionalisme di lingkungan kerja.
Menjawab kebutuhan tersebut, IPB Training bekerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Inggris untuk Public Speaking.
Pelatihan dibagi ke dalam 2 batch. Batch pertama telah terlaksana pada tanggal 22-24 September 2026. Batch kedua berjalan pada tanggal 29 September - 1 Oktober 2026.
Pelatihan dirancang 3 hari dengan pendekatan interaktif, partisipatif, dan berbasis praktik, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penggunaan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki kesempatan untuk langsung mempraktikkan kemampuan berbicara dalam berbagai situasi yang relevan dengan dunia kerja.

Belajar Bahasa Inggris melalui Praktik dan Kolaborasi
Rangkaian pelatihan resmi dimulai pada Selasa, 22 September 2026, dengan kegiatan pembukaan di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui kemampuan awal sebelum memasuki rangkaian pembelajaran.
Memasuki sesi utama, peserta diajak membangun kepercayaan diri melalui materi “Let’s Talk About You: Introducing Yourself with Confidence.”
Melalui berbagai permainan, aktivitas kelompok, dan latihan komunikasi, peserta berlatih memperkenalkan diri, menyampaikan informasi personal, serta merespons pertanyaan dalam bahasa Inggris secara lebih percaya diri.
Pembelajaran kemudian berkembang ke konteks kehidupan sehari-hari dan pekerjaan melalui materi “Habits, Routines & Lifestyle: Speaking Beyond Basic Answers.”
Peserta berdiskusi mengenai rutinitas dan kebiasaan sehari-hari, sekaligus berlatih mengembangkan jawaban agar komunikasi tidak berhenti pada respons sederhana.
Kemampuan berkomunikasi dalam konteks profesional juga menjadi bagian penting pada materi “My Work, My Time: Job Responsibilities & Time Management.”
Peserta diajak membahas tanggung jawab pekerjaan, menentukan prioritas, serta menyusun week planner.
Aktivitas tersebut dirancang untuk menghubungkan kemampuan berbahasa Inggris dengan situasi nyata yang dihadapi peserta di lingkungan kerja.

Dari Memberi Instruksi hingga Berpikir Spontan
Memasuki hari kedua, peserta diajak mengingat kembali materi sebelumnya melalui permainan dan aktivitas kelompok.
Suasana pembelajaran dibuat dinamis dengan berbagai tantangan yang mendorong peserta untuk mengingat materi sekaligus berkomunikasi secara spontan.
Pada sesi “Giving Instructions, Directions & Explaining Processes,” peserta berlatih menyampaikan instruksi, memberikan arah, serta menjelaskan suatu proses secara runtut.
Berbagai simulasi dan permainan digunakan untuk melatih kemampuan peserta dalam menyampaikan informasi dengan jelas dan mudah dipahami.
Tidak hanya kemampuan berbicara, peserta juga dilatih untuk berkomunikasi secara diplomatis dan profesional.
Melalui diskusi, case study, serta latihan menjawab tough questions, peserta belajar memilih ungkapan yang sesuai, menggunakan friendly tone, menyampaikan opini, serta merespons berbagai situasi komunikasi yang mungkin ditemui di tempat kerja.
Kemampuan berpikir cepat kemudian diasah melalui materi “Think on Your Feet: Spontaneous Speaking.” Peserta menghadapi berbagai pertanyaan dan situasi yang menuntut respons secara spontan, baik secara berpasangan maupun dalam kelompok.
Salah satu sesi yang menjadi bagian menarik dari rangkaian pelatihan adalah “Sharing Session with Native Speaker” bersama Mr. Chris.
Peserta memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris dalam suasana komunikasi yang lebih natural.
Pada sesi ini, peserta juga mulai mempersiapkan topik yang akan digunakan dalam presentasi pada hari terakhir.
Berani Berbicara, Berani Tampil
Hari ketiga menjadi tahap penerapan dari berbagai keterampilan yang telah dipelajari.
Kegiatan diawali dengan warm-up activities yang mendorong peserta untuk kembali aktif berkomunikasi sebelum memasuki materi yang lebih aplikatif.
Peserta kemudian berlatih describing statistics, termasuk memahami kosakata dan ungkapan yang digunakan untuk menjelaskan grafik serta menyampaikan informasi secara terstruktur.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam menyampaikan data dan informasi dalam konteks profesional.
Puncak kegiatan pelatihan berlangsung melalui “Presentation Practice: Prepare and Action.”
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai struktur presentasi, mulai dari membangun hook, memperkenalkan who & what, hingga menyampaikan outline secara jelas.
Setelah melakukan persiapan, peserta tampil secara bergantian untuk mempresentasikan topik yang telah dipilih.
Sesi presentasi menjadi ruang bagi peserta untuk mengaplikasikan berbagai keterampilan yang telah dipelajari selama tiga hari, mulai dari speaking confidence, vocabulary, pronunciation, structuring ideas, spontaneous speaking, hingga kemampuan menyampaikan informasi secara profesional.
Mengukur Hasil dan Mengapresiasi Partisipasi Peserta
Setelah seluruh rangkaian pembelajaran dan presentasi selesai, peserta mengikuti post-test melalui platform Wayground sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Hasil post-test menjadi salah satu instrumen untuk melihat pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.
Apresiasi juga diberikan kepada peserta dengan hasil terbaik dalam Wayground, peserta dengan presentasi terbaik, serta peserta yang menunjukkan partisipasi aktif selama pelatihan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan peserta sepanjang kegiatan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner evaluasi dan acara penutupan.

Membangun Komunikasi yang Lebih Percaya Diri
Selama tiga hari, peserta tidak hanya belajar mengenai struktur dan penggunaan bahasa Inggris, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk berbicara, berdiskusi, berkolaborasi, menyampaikan pendapat, merespons pertanyaan, hingga melakukan presentasi di hadapan orang lain.
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan dalam pelatihan ini memberikan ruang bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi digunakan sebagai alat komunikasi dalam berbagai situasi profesional.
Melalui kolaborasi antara IPB Training dan BRMP, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi komunikasi peserta, khususnya dalam menggunakan bahasa Inggris secara lebih percaya diri, terstruktur, adaptif, dan profesional di lingkungan kerja.
IPB Training terus berkomitmen menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesional dan organisasi melalui pembelajaran yang aplikatif, interaktif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta.







