JEMBER, POJOKSATU.id - Kebijakan Pemerintah Pusat yang berencana mengambil alih penganggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memberikan angin segar bagi ruang fiskal APBD Kabupaten Jember tahun 2027.
Kelegaan anggaran ini dipastikan bakal berdampak positif terhadap kepastian nasib ribuan tenaga honorer, PPPK, hingga PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan membantu proses pengangkatan para PPPK dan PPPK paruh waktu agar berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) secara penuh.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa sejak awal Pemkab Jember memiliki keberpihakan yang kuat terhadap para tenaga honorer.
Bahkan, Jember menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang konsisten mempertahankan keberadaan para pekerja tersebut tanpa meloloskan satu pun keputusan pemutusan hubungan kerja.
"Pemkab Jember adalah satu-satunya kabupaten mungkin di Jawa Timur yang tidak memutus kontrak satu pun, baik PPPK maupun PPPK paruh waktu, walaupun punya konsekuensi anggaran yang tidak sedikit di ruang fiskal," ujar Gus Fawait.
Dengan adanya rencana pengambilalihan beban anggaran P3K oleh Pemerintah Pusat, beban fiskal APBD Jember dipastikan bakal berkurang signifikan.
Hal ini membuka ruang fiskal baru yang tidak hanya memperjelas status kepegawaian para honorer, tetapi juga dapat dialihkan untuk mengoptimalkan pelayanan dasar masyarakat, seperti sektor kesehatan dan perbaikan fasilitas pendidikan.
Gus Fawait menambahkan, Pemkab Jember saat ini masih terus berkoordinasi dan menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Namun, ia memastikan komitmen daerah tidak akan bergeser dalam memperjuangkan kesejahteraan para pegawai.
"Terkait masalah PPPK yang mau diangkat menjadi ASN atau PPPK paruh waktu yang mau diangkat menjadi PPPK penuh waktu, Pemkab Jember berkomitmen untuk membantu para ASN tersebut," tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat ini membawa kabar baik yang berkelanjutan, sehingga kepastian karir para P3K di Jember dapat terjamin tanpa menggoyahkan stabilitas keuangan daerah.







