POJOKSATU.id, Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan film dokumenter NAZA di bioskop mulai 16 Oktober 2026.
Film ini membawa kisah mengenai persoalan kemanusiaan dalam situasi peperangan, terutama dampak konflik yang dirasakan oleh penduduk sipil.
Sebelum masuk ke jaringan bioskop Indonesia, NAZA lebih dulu menarik perhatian dalam gelaran Venice Film Festival 2026.
Film tersebut diputar untuk pertama kalinya pada 10 September 2026 dan memperoleh tepuk tangan berdiri dari penonton selama 24,5 menit.
Direktur KlikFilm Frederica menyebut sambutan positif dalam festival tersebut menjadi gambaran bahwa cerita yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan bisa diterima secara luas, terlepas dari perbedaan negara maupun bahasa.
"Penghargaan di Venice Film Festival dan respons luar biasa yang diterima NAZA menunjukkan bahwa cerita tentang kemanusiaan dapat melampaui batas negara dan bahasa," ujar Frederica.
Menurutnya, penayangan NAZA di Indonesia diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat persoalan kemanusiaan dari sudut pandang yang lebih luas.
Film ini juga diharapkan menjadi bahan diskusi mengenai isu-isu yang tengah mendapat perhatian dunia.
"Kami berharap penayangan film ini di Indonesia dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat, memahami, dan mendiskusikan isu kemanusiaan yang menjadi perhatian dunia," tambahnya.
Dari segi cerita, NAZA menyoroti dugaan genosida terhadap warga Palestina di Gaza di tengah operasi militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Nama NAZA sendiri berasal dari akronim militer yang bersumber dari ungkapan bahasa Ibrani, yakni "nezek agavi".
Istilah tersebut dikaitkan dengan metode yang digunakan Israeli Defense Force (IDF) untuk menghitung perkiraan jumlah warga sipil yang dapat kehilangan nyawa akibat serangan udara sebagai dampak kolateral.
Pengambilan gambar NAZA berlangsung di Tel Aviv saat konflik di Gaza belum berakhir.
Dokumenter ini mengangkat keterlibatan pemerintah Israel dalam peristiwa pembunuhan massal warga sipil Palestina selama peperangan tersebut.
Lebih dari sekadar merekam kejadian, NAZA turut menempatkan film dokumenter sebagai sarana untuk menyampaikan kesaksian dan menghadirkan perspektif berbeda mengenai konflik.
Dengan demikian, karya ini dapat memberikan sudut pandang tambahan terhadap berbagai informasi yang selama ini disampaikan melalui laporan berita.
Perolehan standing ovation selama 24,5 menit di Venice Film Festival 2026 juga menjadi catatan tersendiri bagi NAZA.
Durasi tersebut melampaui rekor yang sebelumnya diraih The Voice of Hind Rajab, film yang mendapat tepuk tangan selama 22 menit dalam festival pada 2025.
Jangkauan penayangan NAZA tidak terbatas pada Indonesia. Film tersebut telah mulai diputar di 49 negara lain sejak 28 September 2026, sebelum menyusul ke bioskop Tanah Air pada pertengahan Oktober.
Negara-negara yang menayangkan film ini meliputi Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Jerman, Belgia, Belanda, Austria, Swiss, Swedia, Denmark, Norwegia, Yunani, Portugal, Polandia, Lituania, Rumania, Bulgaria, hingga Australia.
Selain itu, NAZA juga dijadwalkan hadir di sejumlah wilayah lain, termasuk Selandia Baru, Jepang, Hong Kong, Thailand, Kanada, Brasil, Turki, Amerika Tengah, dan Timur Tengah.






