POJOKSATU.id - Sara Wijayanto resmi bercerai dari Demian Aditya, setelah Pengadilan Agama Jakarta Selatan mengabulkan gugatannya. Pernikahan yang dijalani selama 12 akhirnya benar-benar berakhir.
Banyak spekulasi tentang penyebab perceraian pasangan artis ini. Namun, Sara Wijayanto tak ingin publik menduga-duga, sehingga mengungkapkan alasan memutuskan untuk berpisah.
Sara Wiyajanto memastikan bukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau perselingkuhan yang menjadi penyebab perceraian.
"Tidak mudah untuk kami membagikan berita ini. Setelah menjalani perjalanan yang panjang, mencoba, dan melewati banyak hal bersama, akhirnya kami berdua memutuskan untuk berpisah secara baik-baik," ungkapnya dilansir dari unggahan Instagram-nya.
Dia mengatakan perceraian terjadi, usai dirinya dan Demian berdikusi Panjang lebar dan mendapati satu kesimpulan, yaitu; rumah tangga ini tak lagi bisa dilanjutkan.
"Ini bukan keputusan yang mudah. Tidak ada KDRT, tidak ada orang ketiga. Hanya dua orang yang setelah melalui banyak proses, akhirnya menyadari bahwa mungkin jalan terbaik adalah melanjutkan perjalanan hidup masing-masing," tuturnya.
Meski tak menjelaskan secara rinci penyebab pastinya, Sara menegaskan perceraian tak harus berujung pada saling benci terhadap jiwa-jiwa yang telah berstatus mantan.
"Perpisahan tidak selalu harus diakhiri dengan kebencian. Ada begitu banyak tahun, cerita, tawa, air mata, pelajaran, dan kehidupan yang sudah kami bangun bersama. Semua itu tidak akan hilang hanya karena hubungan kami berubah bentuk," tuturnya.
"Kami tetap saling menyayangi, menghormati, dan mendoakan satu sama lain," sambungnya.
Sara juga menjelaskan, meski perceraian terjadi, namun dirinya dan Demian akan tetap menjadi satu bagian dalam keluarga besar acara 'Diary Misteri Sara'.
"Kami mungkin tidak lagi berjalan bersama sebagai pasangan, tapi kami akan selalu menjadi keluarga, termasuk keluarga besar Diary Misteri Sara & DMS+ yang sudah menjadi bagian begitu besar dari perjalanan hidup kami," ungkapnya.
Untuk saat ini, Sara berharap diberikan waktu untuk tidak dicecar tentang persoalan perceraian ini.
"Kami hanya meminta pengertian dan ruang untuk menjalani proses ini dengan tenang. Tidak semua akhir harus menjadi sesuatu yang buruk. Kadang sebuah akhir hanyalah bentuk lain dari melepaskan dengan kasih," bebernya.
"Dengan cinta dan rasa hormat, kami akan tetap menjadi keluarga," pungkas Sara Wijayanto. ***






