POJOKSATU.id - “I love you.” Tiga kata sederhana itulah yang menjadi awal kisah cinta Mahathir Mohamad dan Siti Hasmah Mohd Ali.

Puluhan tahun kemudian, kalimat yang pernah terucap ketika keduanya masih muda itu terasa begitu jauh dari suasana perpisahan pada Senin, 28 September 2026.

Mahathir kini harus menyaksikan perempuan yang telah menjadi teman hidupnya selama tujuh dekade dimakamkan di Pusara Negara, Putrajaya.

Duduk di kursi roda dengan selang oksigen, mantan Perdana Menteri Malaysia itu tak kuasa menahan air mata ketika mengiringi perjalanan terakhir Siti Hasmah.

Baca Juga: Peduli Sesama, BRI Pancoran Bagikan Jumat Berkah untuk Masyarakat Sekitar

Tangis Mahathir menjadi gambaran betapa dalam kehilangan yang dirasakannya.

Sebab, hubungan keduanya bukan bermula ketika Mahathir sudah menjadi tokoh politik, melainkan saat mereka sama-sama masih mahasiswa kedokteran.

Berawal dari bangku kuliah
Kisah itu bermula pada 1947 ketika Mahathir dan Siti Hasmah menempuh pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura.

Mahathir disebut kerap membantu Siti Hasmah dalam pelajaran.

Dari hubungan sebagai sesama mahasiswa, kedekatan mereka perlahan berubah menjadi rasa cinta.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Karier Tun Dr. Siti Hasmah, Pionir Wanita Melayu di Bidang Kedokteran Penuh Dedikasi

Salah satu momen yang kemudian dikenang sepanjang hidup terjadi pada 23 April 1949.

Setelah menonton film, keduanya berjalan kembali menuju asrama.

Dalam perjalanan itulah Mahathir mengatakan kepada Siti Hasmah bahwa dirinya ingin menyampaikan sesuatu.

Mahathir kemudian mengucapkan, “I love you.”

Momen tersebut diceritakan dalam buku Siti Hasmah: Citra Wanita Dua Zaman dan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hubungan mereka.

Hubungan itu akhirnya berlanjut ke pernikahan pada Agustus 1956.

Baca Juga: Kasusnya Lama Tak Terdengar, Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Bekasi Timur, Kurungan 12 Tahun Penjara

Tahun ini menjadi penanda 70 tahun perjalanan rumah tangga mereka.

Bukan hanya istri seorang tokoh politik
Setelah menikah, Siti Hasmah mengikuti Mahathir ke Alor Setar.

Ia tetap menjalankan profesinya sebagai dokter dan bertugas di Rumah Sakit Umum Alor Setar.

Ketika Mahathir kemudian memasuki dunia politik, Siti Hasmah memilih berada di samping suaminya tanpa mencampuri urusan politik.

Perannya lebih banyak sebagai pasangan, ibu, sekaligus sosok yang memberikan dukungan dalam perjalanan panjang Mahathir di ruang publik.

Baca Juga: Moral Pusbatara

Kehidupan mereka pun tidak selalu digambarkan sebagai kisah romantis tanpa perbedaan.

Dalam sebuah video pada 2021, Siti Hasmah pernah mengungkapkan bahwa mereka juga pernah bertengkar seperti pasangan pada umumnya.

Namun, pertengkaran itu tidak berlangsung lama.

Mereka biasanya kembali berdamai, salah satunya dengan pergi makan bersama.

Mahathir sendiri pernah menggambarkan hubungan mereka sebagai sesuatu yang tidak selalu harus diungkapkan melalui kata-kata.

“Kami tak pernah mengatakannya dengan kata-kata. Lebih tepatnya, itu melalui cara kami bersikap satu sama lain,” kata Mahathir.

Baca Juga: RUPSLB Telkom Setujui Spin-Off InfraCo dan Tunjuk Dirut Baru

Bagi pasangan tersebut, perjalanan panjang rumah tangga juga tidak lepas dari toleransi dan kesabaran.

“Saya beruntung memiliki Hasmah”
Pada 2021, ketika usia pernikahan mereka telah mencapai 63 tahun, Mahathir pernah berbicara mengenai keberadaan Siti Hasmah dalam kehidupannya.

“Saya beruntung memiliki Hasmah di sisi saya selama 63 tahun, melewati suka dan duka. Dia seorang dokter dan, tentu saja, merupakan sebuah bonus bahwa di usia saya saat ini, ada seorang dokter yang selalu mendampingi saya setiap saat,” ujarnya.

Kemesraan mereka juga sesekali terlihat dalam unggahan pribadi.

Pada 2019, misalnya, Mahathir membagikan foto ketika dirinya bersama Siti Hasmah berjalan-jalan di Kuala Lumpur. Keterangan fotonya sederhana, “Sekali sekala bawa Hasmah dating di KL.”

Baca Juga: Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Eks Jampidsus Kejagung Tak Ditemukan Unsur Pidana

Bagi publik Malaysia, kedekatan keduanya kemudian kerap dirangkum dalam ungkapan, “di mana ada Mahathir, di situ ada Siti Hasmah.”

Ungkapan itu terasa semakin bermakna ketika melihat bagaimana Siti Hasmah tetap berada di sisi Mahathir melewati berbagai fase kehidupan, termasuk ketika suaminya memimpin Malaysia.

Kini hanya tersisa kenangan
Dari pernikahan tersebut, Mahathir dan Siti Hasmah dikaruniai empat anak, yakni Marina, Mokhzani, Mirzan, dan Mukhriz.

Mereka juga memiliki tiga anak angkat, Maizura, Mazhar, dan Melinda.

Baca Juga: Busa di Mulut Sutrimo Disebabkan Edema Paru Akut, Diperparah Minum Kopi dan Begadang

Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara (IJN) pada 28 September 2026 dalam usia 100 tahun.

Mahathir yang lahir pada 10 Juli 1925 kini berusia 101 tahun, sedangkan Siti Hasmah lahir pada 12 Juli 1926.

Keduanya bahkan sempat mendapat pengakuan ASIA Records sebagai pasangan mantan kepala pemerintahan pertama yang sama-sama mencapai usia 100 tahun.

Pengakuan tersebut diberikan pada Agustus 2026, bertepatan dengan perjalanan mereka yang telah mencapai 70 tahun pernikahan.

Namun, pencapaian usia panjang itu kini menyisakan satu kenyataan yang tak terhindarkan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Olahraga, Gus Fawait Sebut Gowes Bareng Jadi Ajang Cek Infrastruktur dan Sosialisasi Program Unggulan Pemkab Jember

Siti Hasmah telah pergi lebih dulu.

Pada hari pemakamannya, Mahathir tetap hadir meski harus menggunakan kursi roda dan bantuan oksigen.

Ia menyaksikan jenazah istrinya dikebumikan di Pusara Negara, kemudian terlihat meneteskan air mata di sisi pusara.***