POJOKSATU.ID- Polemik soal keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi yang kembali mencuat ke publik mendapat perhatian dari berbagai kalangan. 

Tak terkecuali para alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Cirebon. Salah satunya adalah Heru Subagia, Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Cirebon.

Ia menyatakan berangkat ke Yogyakarta untuk ikut serta dalam agenda silaturahmi besar-besaran ke kampus UGM, yang bertepatan dengan halal bihalal pada Selasa, 15 April 2025.

“Dalam bahasa kerennya itu geruduk di UGM. Kami Kagama Cirebon dan ada perwakilan dari Kagama juga, insya Allah hari ini akan ke Yogyakarta untuk berpartisipasi juga mengambil peran ikut serta dalam rencana silaturahmi dengan pihak rektorat,” ujar Heru saat memberikan keterangannya di Sekretariat Kagama Cirebon, Senin (14/4/2025).

Baca Juga: Polisi Telusuri Jaringan Uang Palsu Sekar Arum Widara, Begini Kata Polisi

Ia menegaskan, pergerakan yang dilakukan alumni bukan untuk menambah keruh suasana, melainkan sebagai bentuk ikhtiar untuk meredam isu yang terus membesar.

“UGM dalam hal ini Kagama dari jauh-jauh hari sudah menginisiasi langkah-langkah konkret, progresif bagi proses perdamaian dan penyelesaian polemik ini."

"Terutama karena alumni kita Pak Jokowi sedang menghadapi persoalan hukum terkait ijazah palsu,” ucapnya.

Heru mengaku, membawa bukti otentik berupa ijazah asli miliknya saat lulus dari Fisipol UGM, sebagai bentuk kesungguhan dalam menyuarakan pentingnya klarifikasi terbuka.

Baca Juga: Ratusan Juta Diduga Diselewengkan, Kuwu Purwawinangun Dilaporkan ke Inspektorat

“Saya hadir membawa ijazah asli saya dari Fisipol jurusan HI, bersama Mas Rivai dari jurusan kesehatan dan Mas Naza dari teknik."

"Ini sebagai bukti otentik bahwa kami adalah alumni yang ingin polemik ini segera selesai,” jelas dia.

Ia juga menambahkan, pihaknya hanya ingin berperan sebagai fasilitator perdamaian dan mendorong seluruh pihak agar tidak menyebarkan narasi tanpa dasar yang justru bisa merugikan nama baik UGM maupun alumni.

“Kami betul-betul mendorong agar proses ini berjalan secepatnya. Isu-isu polemik ini jangan sampai liar, monoton, atau dibiarkan begitu saja hingga menciptakan distorsi terhadap alumni, UGM dan masyarakat secara umum,” katanya.

Sementara itu, para aktivis juga berencana menggelar aksi simbolik “geruduk UGM” pada hari yang sama.

Mereka mendesak pihak rektorat dan fakultas kehutanan untuk membuka secara terang-terangan dokumen asli ijazah Jokowi.

Baca Juga: Strategi Lolos UTBK SNBT dan Seleksi Mandiri, INI DIA Rata-rata Skor Tertinggi Masuk PTN Favorit, Cek juga jadwal seleksi UI, UGM, dan ITB Tahun 2025

Diketahui, polemik keaslian ijazah Jokowi kini memasuki babak baru, setelah sejumlah pengacara asal Solo resmi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Solo pada Senin (14/4/2025).

Mereka menggugat empat pihak sekaligus, yakni Jokowi, KPU Kota Solo, SMAN 6 Solo dan Universitas Gadjah Mada.

Heru pun berharap, polemik ini segera berakhir melalui jalan damai dan konfirmasi langsung dari pihak-pihak terkait.

“Yang kami inginkan adalah ada negosiasi, ada penyelesaian terbuka."

"Kalau memang Pak Jokowi hadir dan membawa ijazah asli, para ahli forensik digital seperti Pak Rismon juga sudah siap dengan alat-alatnya untuk lakukan pembuktian on the spot,” ujar Heru.***