POJOKSATU.id, Kota Bandung - Perdana di Kota Bandung perhelatan sinema berskala internasional Bandung World Cinema (BWC) ke jantung kota Bandung mengikuti jejak monumental Jakarta World Cinema (JWC).
Wali kota Bandung Muhammad Farhan menyambut gembira BWC ini bahkan kata dia sebenarnya BWC ini sudah dibahas setahun lalu bersama Pidi Baiq. Dan Farhan pun menyampaikan bahwa pemerintah kota hanya regulator bukan pelakunya.
"Ini sebuah hasil obrolan dari Ayah (Pidi Baiq) setahun yang lalu.Kita sempat keliling-keliling, mencari berbagai macam alternatif dan lain-lain. Akhirnya di tahun 2026 ini bisa terwujud berkat kolaborasi antara Falcon bersama dengan The Panasdalam didukung tentunya oleh CGV dan ini kuratornya," ucap Farhan di Pendopo, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Jember Perpanjang Penghapusan Denda Pajak Daerah Hingga 31 Desember 2026, Cukup Bayar Pokoknya Saja
Menurutnya pemerintah kota Bandung mendukung, memastikan bahwa ekosistem dunia perfilman di kota Bandung ini berjalan dengan baik.
"Seperti kita ketahui ekosistem syarat pertamanya adalah pelaku. Pelakunya sudah ada. Kita ini regulator aja, nggak usah jadi pelaku. Selanjutnya apa? Infrastruktur. Lalu apa? Suprastruktur. Dan yang terakhir masyarakatnya, mudah-mudahan ekosistem perfilman kota Bandung yang sudah jadi ini semakin lama akan semakin kuat dan ketika adanya BWC 2026, tidak hanya untuk mendapatkan hiburan atau jendela melihat dunia. Tetapi juga memastikan bahwa level of appreciation dari keluarga kota Bandung tentang film ini masih sangat tinggi," paparnya.
Farhan pun berharap kedepan CGV buka sebanyak-banyaknya sehingga target pajak hiburan naik.
Baca Juga: Buntut Penempatan Jauh, 969 Manajer Koperasi Merah Putih Tolak Penugasan, Agrinas Siapkan Relokasi
Kata dia secara logika dari sisi-sisi ekonomi ya CGV bisa meningkatkan. Tetapi bagi Farhan yang paling penting dari sisi ekonomi itu adalah penyediaan lapangan pekerjaan dari sektor industri kreatif subsektor film.
"Karena kita tahu daya serapnya itu cukup tinggi. Satu film nggak mungkin pekerjakan cuman berbelas-belas. Bisa berpuluh dan dampaknya bisa beratusan orang mendapatkan," imbuhnya.
Sementara itu Steering Committee BWC, Pidi Baiq ingin di kota Bandung ada festival film selain FFP yang legendaris.
"Semoga tahun depan bukan hanya PVJ, tapi ada Paskal, BEC. Bandung itu kota yang romantis, menyenangkan, dan punya ikatan batin yang kuat dengan seni bercerita. Lewat BWC dan kolaborasi bersama The Panasdalam Pictures, kita ingin merayakan semangat itu. Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang 'nongkrong' bareng, dari mahasiswa, pembuat film, sampai masyarakat umum. Kita kumpul, kita apresiasi karya lokal, dan kita rayakan sinema bareng-bareng di Balai Kota," ujarnya.
Executive Director BWC, Frederica, menyampaikan visi utama di balik ekspansi festival ini yakni Bandung World Cinema merupakan perpanjangan napas dari JWC.
"Sekaligus wujud nyata dari komitmen kami bersama KlikFilm untuk mendemokratisasi akses terhadap world cinema. Membawa karya-karya film terbaik dunia ke kota yang memiliki basis sinefil dan audiens muda seantusias Bandung adalah sebuah pencapaian yang membanggakan. Kami ingin menembus batas geografis agar keseruan JWC dapat dirayakan secara merata," ucapnya.
Perayaan sinema global ini berekspansi ke Jawa Barat sebagai ekstensi langsung dari JWC.
BWC akan menyuguhkan lineup spektakuler yang sama dengan JWC, membawa 207 film dari 69 negara, termasuk 120 karya pemenang penghargaan dari festival prestisius dunia.
Deretan film yang diboyong ke Bandung meliputi film pembuka Fjord karya Cristian Mungiu (pemenang Palme d'Or Cannes 2026); Minotaur karya Andrey Zvyagintsev (pemenang Grand Prize Cannes 2026); All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi (pemenang Best Actress Cannes 2026); The Debut karya Jesse Eisenberg; Naza karya Yuval Abraham & Rachel Szor (pemenang Special Jury Prize Venice 2026); serta Woman Unknown karya May el-Toukhy (pemenang Golden Lion Venice 2026).
Rangkaian ini ditutup dengan pemutaran karya horor terbaru berjudul Inherit dari master sinema Thailand, Banjong Pisanthanakun.
BWC akan diselenggarakan dalam format hybrid, dengan pemutaran daring yang dapat diakses melalui KlikFilm mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026, serta pemutaran luring selama delapan hari penuh di CGV Paris Van Java, Bandung, pada 14–21 November 2026.
Ajang pemutaran film ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara The Panasdalam Pictures, CGV dan Pemerintah Kota Bandung, dengan dukungan penuh dari KlikFilm.
Festival ini dirancang secara khusus untuk menjadi ruang pertemuan yang inklusif bagi sineas, mahasiswa, komunitas film, pelaku industri, serta penonton; memfasilitasi apresiasi terhadap karya sinema sekaligus memantik diskusi bermakna mengenai konstelasi dan perkembangan perfilman secara luas.
Di samping pemutaran reguler, BWC mempersembahkan program edukasi eksklusif bertajuk In Conversation With yang akan berlangsung pada 15–19 November 2026 di CGV Paris Van Java.
Program ini akan mempertemukan para pelaku perfilman ternama dengan sineas muda dan komunitas film di Bandung dalam rangkaian sesi diskusi interaktif; membedah proses kreatif, mengasah keterampilan, hingga menavigasi dinamika industri perfilman masa kini.
Baca Juga: Meriahkan HUT TNI ke-81, Gus Fawait Apresiasi Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Kodim 0824
Puncak perayaan komunitas akan bermuara pada 21 November 2026, di mana BWC akan menyelenggarakan Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung.
Acara layar tancap modern ini akan memutar kompilasi film pendek karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung, menyediakan ruang apresiasi esensial sekaligus titik temu
antar generasi dalam ekosistem lokal.
Pada malam yang magis tersebut, layar Open Air Cinema juga akan memutar Lewat Djam Malam, film klasik restorasi mahakarya Bapak Perfilman Nasional, Usmar Ismail, yang memiliki ikatan sejarah dan kultural yang sangat kuat dengan Kota Bandung.***




