POJOKSATU.id - Presenter Sarah Sechan mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera.
Sarah Sechan menyasar para pendukung Presiden Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu. Dia menyentil agar mereka sama riaknya menyoal Karhutla dengan gegap gempita meneriakkan keberpihakan terhadap 02 dua tahun lalu.
"Izin, ini sekadar ide ya, yang menjelang Pemilu lalu pada joget-joget gemoy bisa gak ke daerah kebakaran hutan/lahan dan nari-nari mendatangkan hujan untuk bantu memadamkan api? Just a thought," tulisnya di akun resmi Threads-nya, Selasa, 13 Oktober 2026.
"Kalau tarian gemoy bisa menaikkan angka di Pemilu, mungkin bisa menurunkan hujan juga. When there is hope there is always miracle, ya kan?," sentilnya.
Tak hanya itu, di Instagram Story-nya pada hari ini juga, mantan VJ MTV itu mengunggah permintaan maaf terhadap negeri-negeri jiran yang terdampak Karhutla dan pejabat Indonesia yang suka memberikan pernyataan nyeleneh.
Salah satunya, terkait komentar Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, yang meminta negara tetangga mengerti dengan kondisi Karhutla.
Syahganda menyebut kontribusi hutan Indonesia bagi negara tetangga.
“Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen. Oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita,” ujarnya.
Syahganda juga menekankan asap Karhutla yang sampai lintas negara di luar faktor kesalahan manusia (human error) melainkan murni dampak dari fenomena alam.
"Kami meminta maaf atas pernyataan ini, Singapore! Mungkin dia terlalu banyak menghirup asap dari kebakaran hutan," tulis Sarah Sechan tentang pernyataan Syahganda.
Seperti diketahui, Sarah Sechan tinggal di Singapura sejak menikah dengan suaminya, Neil G Furuno. Namun, dia masih tetap bolak balik ke Indonesia, karena syuting berbagai film. ***





