POJOKSATU.id - Konten kreator Bobon Santoso menjawab tudingan netizen, yang menyebutnya membantu warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hanya demi konten.

Ini terjadi saat Bobon Santoso menggelar masak besar dalam program Kuali Merah Putih di area terbuka di tengah asap akibat karhutla. Dia dianggap melakukan itu demi viewers, karena tidak memikirkan dampak makanan yang tercemar asap.

Bobon Santoso membantah tuduhan netizen. Dia mengatakan, banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk masak besar dan tidak sebanding jika disebut hanya demi konten.

"Kalau beneran demi konten, gue enggak bakalan mau datang masak besar ribuan porsi. Buat apa? Biaya masak berhari hari butuh ratusan juta, berangkatin tim banyak juga operasionalnya perlu ratusan juta," klarifikasinya di laman Instagram-nya, dilansir Selasa, 27 Oktober 2026.

Dia mengatakan kalau tujuan konten, dirinya akan datang dengan tim minim. "Kalau demi konten, mending gue datang sama kameramen dua orang, keliling keliling bikin konten, angkat selang, semprot semprot beres. Lebih hemat, lebih cepat, lebih demi konten. Di Papua juga mending gitu," tuturnya.

Bobon mengaku heran dicap negatif, padahal selama ini tidak melakukan siara langsung saat masak besar apalagi jualan di TikTok.

"Ga live jualan di Toktok, enggak buka link afiliasi, enggak buka link donasi. Masih kurang apa? Enggak ada maksud singgung siapa, ini murni jawab balik netizen yang lagi rame bilang gue datang demi konten. Damai Indonesia ku," jelasnya.

Di aplikasi Threads, Bobon yang dikenal dengan lingkungan Preiden Prabowo ini menjelaskan ada bantuan pihak lain dalam proses masak besar. Termasuk, menguak bantuan dari pemerintah pusat dan mempertanyakan realisasinya.

"Kalian kira gue datang cuma masak makan dan pulang? Tanyain ke Prov/daerah dipake apa bantuan dari Pusat, 2 bulan lalu Prov Kalteng 40 M, masing masing bupati 15 sd 20 M," tulisnya.

Sementara itu, Bobon Santoso juga menyampaikan permintaan maaf atas keputusannya masak besar di area terbuka asap karhutla.

"Niatan kami baik, mungkin cara masak kami di area terbuka saat karhutla tidak tepat. Maafin, terima kasih atas masukan kritiknya, kami benahi," pungkasnya. ***