POJOKSATU.id - Kreator konten dewasa Siskaeee turut bersuara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari tingkah para pejabat daerah hingga orang di sekitar Presiden Prabowo.

"Rakyat kena ISPA, hewan terancam punah, lah Pemdanya foya-foya di Singapura," tulis Siskaee di laman Threads-nya, dilansir Sabtu, 17 Oktober 2026.

Tak hanya itu, pemilik nama Fransiska Candra Novitasari juga menyoal pernyataan Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden Prabowo, mengenai pemanfaatan hutan yang terdegradasi untuk bahan bakar nabati di tengah masalah karhutla.

"Itu api masih menyala, banyak korban, tapi adiknya ngomongin soal keuntungan nilai ekonomis akibat hutan rusak dan soal bio etanol. Enggak ada empatinya sama sekali! Benar memang! Empati tidak akan terlahir dari hati yang jahat," lanjutnya.

Siskaeee yang vokal soal karhutla ini lantas dikomentari netizen, dan mengaitkan dengan pekerjaannya sebagai kreator konten dewasa.

Ada yang menyebutnya bakal bungkam saat ditawari uang dan sebagainya. Namun, dia memastikan itu tidak akan terjadi.

Pasalnya, sebagai kreator konten dewasa, tawaran-tawaran dari pejabat atau pengusaha sering ditolaknya.

"Dudeee? Bertahun-tahun saya menjadi kreator konten dewasa. Penawaran semacam ini sudah banyak menghampiri jauh sebelum saya bersuara atas kebobrokan rejim hari ini," tegasnya.

"Ditawarin istri sirih? Atau simpenan? Bukan sekali dua kali! Saya memang amoral. Tapi idealisme saya enggak bisa ditawar!," sambungnya.

Siskaeee juga menjelaskan, bukan kali ini saja dirinya bersuara soal isu nasional. Dia paham akan ada serangan pembungkaman.

"Yang dibungkam tuh bukan kontennya, tapi hak publik untuk tahu fakta sebenarnya! Itulah kenapa aku menyuarakan perihal penghapusan kode etik dalam RUU penyiaran juga," bebernya.

Karena itu yang melahirkan pembredelan dan diskriminasi terhadap pers, bukan karena salah. Tapi karena kebenaran yang disiarkan terlalu lantang, rejim tirani!," lanjutnya.

Dan, dia mengingatkan netizen akun media sosial yang bersuara juga bakal berimbas. "Akun temenmu yang menyuarakan fakta” akibat ulah rejim tiran ini kena take down juga kan? Itulah," pungkas Siskaeee. ***