POJOKSATU.id - Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang kesehatan. 

Program Bantuan Pendanaan Pendidikan Afirmasi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional Tahun 2026 membuka peluang bagi peserta yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan pada sejumlah bidang kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Garut turut menyosialisasikan informasi program tersebut agar masyarakat dapat mengenali pilihan pendidikan, menyiapkan dokumen, dan memperhatikan jadwal seleksi yang telah dicantumkan.

Program ini menyasar beberapa bidang pendidikan tenaga kesehatan.

Terdapat lima bidang pendidikan yang ada dalam program bantuan pendidikan kesehatan 2026.

Pertama, fisikawan medik, melalui pendidikan S1 Fisika dengan peminatan Fisika Medis yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi.

Kedua, terapis gigi dan mulut, dengan jalur pendidikan D3 Kesehatan Gigi atau D4 Terapi Gigi dan Mulut.

Ketiga, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), melalui program D3 atau D4 Teknologi Laboratorium Medis.

Keempat, tenaga kefarmasian, melalui pendidikan D3 Farmasi atau S1 Farmasi yang dilanjutkan dengan profesi apoteker.

Kelima, radiografer, dengan pilihan pendidikan D3 Radiologi atau D4 Teknologi Radiologi Pencitraan.

Program tersedia melalui institusi pendidikan mitra Kementerian Kesehatan. 

Karena itu, calon peserta perlu memeriksa institusi mitra serta ketentuan untuk masing-masing bidang sebelum mendaftar.

Program ini ditujukan bagi mahasiswa baru kelas reguler semester gasal Tahun Akademik 2026/2027 atau mahasiswa aktif yang masih memiliki sisa masa studi minimal dua semester.

Peserta juga harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), lulusan SMA/MA/SMK atau sederajat, serta belum bekerja.

Selain itu, peserta bukan ASN, anggota TNI/Polri, maupun pegawai tetap, kontrak, atau honorer di fasilitas kesehatan, instansi pemerintah, maupun sektor swasta.

Calon penerima juga harus bersedia menjalani masa pengabdian dan memenuhi persyaratan tambahan yang ditetapkan penyelenggara.

Program ini diproritaskan bagi putra-putri daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), sesuai ketentuan program yang berlaku.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Calon peserta perlu memperhatikan dokumen umum yang harus disiapkan meliputi:

  • Pas foto terbaru dengan latar belakang merah.

  • KTP dan kartu keluarga (KK) terbaru.

  • Surat keterangan mahasiswa aktif.

  • Surat keterangan sehat dan bebas narkoba beserta hasil pemeriksaan laboratorium.

  • Bukti kepesertaan BPJS Kesehatan aktif melalui aplikasi Mobile JKN.

  • Formulir 1 berupa surat komitmen calon peserta.

  • Formulir 3 berupa surat izin orang tua, wali, suami, atau istri sesuai ketentuan.

Selain dokumen umum, peserta juga perlu menyiapkan berkas akademik berdasarkan status pendidikannya.

Mahasiswa baru perlu menyiapkan ijazah dan rapor SMA atau sederajat. 

Sementara itu, mahasiswa aktif perlu menyiapkan Kartu Hasil Studi (KHS) atau transkrip nilai beserta informasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Sebaiknya, setiap dokumen diperiksa kembali sebelum diunggah agar sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan penyelenggara.

Catat Jadwal Seleksi Bantuan Pendidikan 2026

Jadwal menjadi bagian penting yang tidak boleh terlewat. Berikut rangkaian jadwal seleksi beasiswanya:

  • 14-30 Oktober 2026: pendaftaran dan unggah dokumen.

  • 26 Oktober-6 November 2026: verifikasi dan validasi administrasi.

  • 9 November 2026: pengumuman hasil seleksi administrasi.

  • 10-13 November 2026: tahap wawancara.

  • 17 November 2026: penetapan hasil akhir seleksi.

  • 19 November 2026: penetapan penerima bantuan pendidikan.

Informasi resmi dan pendaftaran program dicantumkan melalui situs Sistem Informasi Bantuan Kesehatan (SIBK) Kementerian Kesehatan di sibk.kemkes.go.id.***