MEDAN, POJOKSATU.id - Pembakaran barak yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba di kawasan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengungkap persoalan lain.
Saat melakukan pemeriksaan ulang, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian.
Pemeriksaan dilakukan tim gabungan Satresnarkoba Polrestabes Medan bersama Kepala Dusun (Kadus) 3A Selambo, Ayub Pringadi Marbun, pada Selasa (27/10/2026) malam.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan petugas menemukan plastik klip dan kartu domino di lokasi tersebut.
Polisi kini memburu orang-orang yang diduga terlibat dan melarikan diri sebelum petugas melakukan pemeriksaan.
“Di lokasi kami temukan plastik klip dan jejak perjudian berupa kartu domino. Kami sedang mengejar pelaku-pelaku yang kabur, dan kami pastikan akan kami ringkus,” ungkap Rafli, Rabu (28/10/2026).
Temuan tersebut membuat kawasan Selambo menjadi perhatian aparat kepolisian, terutama di tengah upaya pemberantasan peredaran narkoba di wilayah Medan dan sekitarnya.
Selanjutnya, Rafli menduga kemunculan barak tersebut berkaitan dengan intensifnya penindakan terhadap lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba di kawasan Jermal.
Menurutnya, para pelaku diduga berupaya mencari lokasi baru untuk menjalankan aktivitas mereka setelah sejumlah titik di Jermal menjadi sasaran penggerebekan.
“Para pelaku kami duga ingin mencari tempat baru karena penindakan yang dilakukan di kawasan Jermal begitu masif,” tuturnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penelusuran kepolisian. Polisi berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas di barak Selambo tersebut.
Rafli menegaskan, lokasi itu akan menjadi salah satu titik pemantauan tim gabungan. Jika ditemukan kembali aktivitas serupa, petugas akan melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Sementara itu, Kepala Dusun 3A Selambo, Ayub Pringadi Marbun, menyebut gubuk tersebut awalnya digunakan ibu-ibu di sekitar lokasi sebagai tempat berkumpul.
Namun, menurut Ayub, tempat itu kemudian diduga dimanfaatkan untuk transaksi dan konsumsi narkoba serta aktivitas perjudian dalam beberapa hari terakhir.
“Gubuk ini tadinya tempat mamak-mamak berkumpul, namun tiga hari yang lalu mendadak berubah jadi tempat jual beli narkoba dan judi, hingga akhirnya dihancurkan dan dibakar,” ucap Ayub.
Sebelumnya, aksi Ayub membongkar dan membakar barak yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba tersebut sempat viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, seorang pria mengenakan pakaian dinas harian berwarna cokelat terlihat mengobrak-abrik lokasi itu.
Setelah kejadian tersebut, Satresnarkoba Polrestabes Medan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.






