PANYABUNGAN, POJOKSATU.id - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang (Mardas) menggelar Ngopi bersama ratusan mahasiswa STAIN Mandailing Natal (Madina) Sumut di Student Center STAIN, Selasa (20/10).

Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) ini dihadiri Ketua DPC PKB Madina Edi Anwar Nasution bersama beberapa anggota DPRD Madina dari PKB, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Sumper Mulia Harahap, tuan rumah Ketua STAIN Madina Marasamin Lubis, dan beberapa undangan lain.

Ngopi bersama Mardas ini mengambil tema ‘Menguatkan literasi digital dan etika bermediasi agar mahasiswa bijak bertanggungjawab dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan’.

Dalam pemaparannya di hadapan ratusan mahasiswa STAIN Madina, Mardas menceritakan kembali kilas balik sejarah lahirnya Hari Santri 22 Oktober yang berasal dari perjuangan para santri di masa penjajahan Belanda.

Pada 22 Oktober 1945, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa resolusi jihad sebagai bentuk seruan kepada umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari serangan pasukan Sekutu di Surabaya.

“Jenderal Mallaby pemimpin Sekutu di Surabaya itu tewas di tangan salah seorang santri bernama Harun,” ujar Mardas memberikan semangat pada mahasiswa STAIN.

Selain menceritakan sejarah Hari Santri, Marwan Dasopang juga meminta para mahasiswa STAIN Madina agar memiliki semangat yang tinggi memperjuangkan pendidikan Islam.

Para mahasiswa harus kritis dan memiliki semangat juang tinggi memperjuangkan Islam seperti santri yang berperang di Surabaya.

Mardas juga sempat turun dari podium dan menyapa para mahasiswa di kursinya sambil berjalan dan melakukan dialog.

“Perlu dibentuk debating forum ini Pak Ketua (STAIN). Yang penting berdebat dulu, kalau masalah benar atau salah belakangan,” ujarnya.

Marwan juga meminta mahasiswa STAIN agar ikut aktif di media sosial memperjuangkan pendidikan Islam.

“Kita ingin laboratorium cukup dan gedung bertambah. Karena itu ayo berperang, perangnya di dunia maya. Kita memperjuangkan dana untuk pendidikan Islam,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa bisa memberikan komentar penguatan di akun media sosial yang dia posting terkait dana untuk pendidikan Islam.

Perda Pesantren Madina

Dalam kesempatan itu, Marwan juga menyinggung Perda Pesantren di Mandailing Natal. Dimana hingga saat ini ternyata Perda itu belum juga ada.

Marwan lalu meminta Ketua DPC PKB Madina Edi Anwar Nasution yang hadir di acara itu untuk memberikan penjelasan.

“Karena di sini hadir Ketua PKB Madina, mari kita tanyakan,” kata Marwan.

Lalu Edi Anwar menyebut bahwa Perda Pesantren hingga saat ini belum ada di Madina. Menurutnya kalau kursi PKB di DPRD

Madina bisa tujuh, maka Perda Pesantren ini akan mereka wujudkan.

“Kursi kita saat ini masih lima, kalau tambah dua kursi lagi, tujuh kursi, Insya Allah Perda Pesantren bisa kita wujudkan,” ujar Edi Anwar.

Marwan Dasopang lalu menimpali bahwa jika Perda Pesantren ada di Madina, maka APBD wajib dialokasikan untuk pesantren atau santri dan juga untuk perguruan tinggi agama Islam.

“Kalau sudah ada Perda Pesantren, APBD harus dialokasikan untuk pesantren dan juga perguruan tinggi. Kalau tidak ada Perda, bisa juga Perbup (Peraturan Bupati) kalau bupatinya mau,” jelas Marwan.

Penguatan Karakter

Sementara Ketua STAIN Madina Marasamin Lubis menyebutkan tujuan acara Ngopi bersama Mardas ini dalam rangka penguatan karakter mahasiswa dalam rangkaian Hari Santri Nasional 22 Oktober.

“Karena sekarang nilai juang mahasiswa ini sudah semakin berkurang. Kenapa? Karena mereka tidak paham sejarah sebenarnya,” jelasnya.

“Makanya sejarah itu harus diulang-ulang, sehingga nilai-nilai patriotisme mahasiswa itu bisa berkembang. Sehingga motivasi belajar juga akan semakin bagus,” katanya lagi.

Menurutnya, mahasiswa saat ini perlu memahami sejarah dan perlu ada pijakan bagaimana menuju ke arah masa depan.

“Itu saja sebenarnya intinya kegiatan ini,” katanya.

Terkait kedatangan Marwan Dasopang, hal ini terkait dengan tupoksi Komisi VIII yang membidangi Kementerian Agama, di mana pesantren dan juga perguruan tinggi Islam di dibina oleh Kementerian Agama.

“Sehingga sangat tepat, di samping beliau reses, kita undang kemari juga. Akhirnya di sini ada yang saling menguntungkan. Menguntungkan bagi kita STAIN, bagaimana meningkatkan nilai patriotisme mahasiswa kita supaya motivasi belajar mereka semakin baik,” tegasnya.***