PANYABUNGAN, POJOKSATU.id - Kondisi cuaca di Mandailing Natal (Madina) Sumut perlahan mulai cerah pada Senin (19/10) usai beberapa hari dilanda kabut asap kiriman dari Riau.
Mengingat kondisi kabut asap yang mulai hilang, Bupati Madina Saipullah Nasution melalui rapat koordinasi, Senin (19/10) memutuskan menghentikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Mulai besok, Selasa (20/10), siswa sekolah TK, SD, dan SMP di Madina akan kembali belajar normal di sekolah seperti biasa.
Bupati Madina, Saipullah Nasution mengatakan, selama beberapa hari belakangan, Madina memberlakukan PJJ bagi dunia pendidikan.
Begitu juga masyarakat diimbau mengurangi aktifitas di luar rumah serta menggunakan masker mengingat kondisi cuaca kabut asap yang melanda Madina saat ini.
“Berdasarkan laporan BMKG melalui satelit, kondisi cuaca sudah hijau atau membaik, sehingga kita memutuskan mencabut kebijakan pemberlakuan PJJ. Mulai besok Selasa 20 Oktober 2026, siswa kembali belajar normal,” ujar Bupati Madina usai rapat koordinasi kabut asap di Pemkab Madina, Selasa (20/10).
"Saya telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar menyurati atau memberitahu seluruh sekolah di Madina agar kembali belajar normal,” jelasnya lagi.
Selain itu, Bupati juga memerintahkan seluruh Camat di Madina agar lebih peka dan waspada adanya hospot atau titik api terkhusus di daerah perkebunan.
“Kita tidak mau ada hospot di daerah kita ini,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina, dr Faisal Situmorang, menyebutkan, kondisi cuaca di Madina sudah membaik dan PJJ diputuskan dicabut.
“Rapat dipimpin Bapak Bupati, berdasarkan kajian dan pemantauan BMKG, kondisi udara sudah membaik untuk itu PJJ diputuskan untuk dicabut,” jelas dr Faisal Situmorang usai rapat bersama Bupati.
Dinas Pendidikan juga sudah mengeluarkan surat edaran penghentian PPJ dan pelaksanaan kembali belajar tatap muka di Madina.
Dimana dalam surat itu disebutkan, satuan pendidikan TK/PAUD, SD, dan SMP sederajat di Kabupaten Mandailing Natal, mulai kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada hari Selasa 20 Oktober 202.
Sementara, Kapolres Madina, AKBP Bagus Friandy juga menegaskan telah berkoordinasi dengan sejumlah Polsek agar melakukan pencegahan agar tidak terjadi titik hospot kebakaran hutan atau lahan di Madina.***







