POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Ketua Komisi VIII DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Dasopang (Mardas) menggelar reses di Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Minggu (2/8/2026).

Reses ini didampingi Ketua PKB Madina Edi Anwar Nasution serta beberapa pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Madina.

Reses mengambil tema Sosialisasi Bimas Islam: Gerakan Sadar Pencatatan Nikah bagi Remaja. Reses dihadiri kaum ibu perwiritan atau pengajian, pemuda-pemudi, ibu rumah tangga dan elemen masyarakat lain.

Baca Juga: Pahami Bedanya Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas, Ini Penjelasan Lengkap Beserta Contoh Kampus dan Prospek Kerjanya

Ikut hadir di acara tersebut Kades Syawal Nasri dan Raja Pidoli Lombang Mangaraja Tinating atau Ahmad Husin Nasution.

Marwan Dasopang dalam sambutannya menyebutkan, tari kreasi yang ditampilkan Nauli Bulung (Pemudi) Pidoli Lombang menandakan kecerdasan.

“Kalau sudah punya kreasi dalam budaya pasti punya kecerdasan luar biasa,” katanya.

Dia pun menyarankan agar tari kreasi ini tidak hanya ditampilkan saat kunjungan pejabat saja, namun harus dikelola secara profesional sehingga memberikan penghasilan bagi para penari.

Baca Juga: Wings Air Sukses Mendarat Perdana di Bandara AH Nasution, Madina Ajak Daerah Lain Berkolaborasi

“Tari kreasi ini harus memberikan penghasilan. Bagian dari suatu pekerjaan. Tugas Pak Edi ini dari DPRD Madina,” kata Marwan menyinggung nama Edi Anwar Nasution yang juga Ketua Fraksi PKB Madina ini.

“Kita akan carikan panggung. Panggung digital. Nanti kita buat pelatihan kalau mereka mau,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Ketua BNNCA dan Bidang Sosial DPP PKB ini menyinggung masalah peradaban barat saat ini.

Dimana bangsa Barat atau Eropa, anak mudanya sudah tidak mau menikah dan mempunyai anak.

“Anak muda kita di Indonesia masih menikah dan masih memiliki anak. Namun angka pernikahan sudah menurun. Perceraian meningkat,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan anak muda untuk merencanakan pernikahan dengan baik terutama dengan kaum perempuan.

“Bila pernikahan tidak dicatatkan yang korban itu perempuan,” katanya.

Mardas juga menyinggung adanya perilaku menyimpang dari kalangan anak muda seperti LGBT. Dimana mengatasi penyimpangan ini merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Saya sebagai Ketua Komisi VIII terus memperbicangkan soal masalah pernikahan. Penyimpangan harus kita jawab. Tanggung jawab kita bersama. Tidak mungkin diserahkan ke bagian Kemenag saja,” ujarnya.

Terkait usulan dari Kepala Desa Pidoli Lombang Syawal Nasri yang meminta pembangunan irigasi pertanian, pembangunan parit di desa, dan pembangunan jalan penghubung, Mardas menyebut akan menyampaikan kepada komisi terkait di DPR RI.

“Usulan ini akan saya sampaikan ke komisi lain di DPR RI,” ujar Mardas.***