POJOKSATU.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sumatera Utara (Sumut) tak hanya diisi upacara, tetapi juga dimanfaatkan sebagai panggung besar untuk mendorong program pendidikan.

Melalui Gebyar dan Ekspo Pendidikan, pemerintah daerah mencoba memperkuat arah kebijakan sekaligus membangun citra pendidikan yang lebih progresif.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar rangkaian kegiatan Hardiknas 2026 selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Mei, yang dipusatkan di Lapangan Astaka.

Baca Juga: Dilema Pemda Rekrut PPPK, Kebutuhan Tinggi Anggaran Dibatasi

Kegiatan ini diawali dengan upacara yang dipimpin langsung Gubernur Sumut Bobby Nasution, dilanjutkan dengan pembukaan Gebyar dan Ekspo Pendidikan Sumut 2026.

Berbeda dari peringatan tahun sebelumnya, Hardiknas kali ini dikemas lebih masif dengan menghadirkan berbagai kegiatan interaktif dan partisipatif.

Bobby Nasution menyebut, expo ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat program pendidikan di Sumut.

Baca Juga: Hasil TKA SD dan SMP Diumumkan 25 Mei 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Fungsinya Bagi Siswa, Cek Keaslian Sertifikat di Sini!

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan pendidikan berjalan lebih baik, mulai dari fasilitas, kualitas pembelajaran, hingga kesejahteraan guru,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa berjalan parsial.

Fasilitas belajar, kualitas pengajaran, dan kesejahteraan guru harus berjalan beriringan agar hasilnya optimal.

Baca Juga: Tahun 2026 Nasib 237 Ribu Guru Honorer di Ujung Tanduk, Diangkat atau Justru Tersingkir?

Menariknya, Bobby Nasution juga menyoroti masih adanya kesenjangan kesejahteraan di kalangan tenaga pendidik.

Ia meminta agar tidak ada lagi perbedaan mencolok antara guru dengan penghasilan tinggi dan rendah, terutama bagi mereka yang berstatus PPPK dan PPPK paruh waktu.

“Setiap tahun harus ada peningkatan. Kita ingin guru PPPK benar-benar sejahtera,” tegasnya.

Gebyar dan Ekspo Pendidikan Sumut 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung.

Baca Juga: Nilai TKA 2026 Tak Bisa Dicek Siswa Secara Mandiri, Ini Mekanisme Resminya dari Kemendikdasmen

Salah satunya adalah partisipasi ribuan siswa dalam pembuatan karya gambar yang ditargetkan masuk Rekor MURI.

Selain itu, Pemprov Sumut juga meluncurkan Program Unggulan Bersekolah Gratis sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memicu kreativitas dan inovasi siswa.

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkembang dan mampu berprestasi hingga tingkat nasional,” katanya. ***