JAKARTA, POJOKSATU.id - Sebuah video memperlihatkan dua orang diduga menyemprotkan cairan pembasmi serangga merek Baygon ke ikan asin yang sedang dijemur menjadi sorotan di media sosial.
Aksi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan pangan dan risiko paparan bahan kimia pada produk yang dikonsumsi masyarakat.
Penggunaan insektisida pada bahan pangan menjadi persoalan serius karena produk pembasmi serangga tidak dirancang untuk diaplikasikan langsung pada makanan.
Jika ikan asin terkontaminasi bahan kimia tersebut, konsumen berpotensi terpapar zat berbahaya saat mengonsumsinya.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M.Biomed., Ph.D., mengingatkan para pelaku usaha pangan agar tidak menggunakan bahan kimia secara sembarangan, terutama produk yang tidak diperuntukkan bagi makanan.
Menurutnya, keamanan pangan harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pengolahan dan penanganan produk makanan, termasuk selama proses pengeringan dan penyimpanan.
"Penggunaan bahan kimia yang tidak sesuai peruntukannya dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan membahayakan kesehatan konsumen." ujar Taruna
Ikan asin merupakan salah satu produk olahan perikanan yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Dalam proses produksinya, penanganan bahan baku, pengeringan, dan penyimpanan perlu dilakukan secara higienis agar produk tidak tercemar.
Upaya mencegah gangguan serangga maupun hama selama proses pengeringan harus menggunakan metode yang aman untuk pangan.
Penggunaan insektisida rumah tangga secara langsung pada ikan asin bukanlah cara yang dapat dibenarkan tanpa dasar keamanan dan ketentuan yang sesuai.
Apabila suatu produk pangan diduga terpapar insektisida, keamanan produk tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tampilan, warna, atau baunya.
Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati saat membeli produk pangan dan menghindari konsumsi produk yang diketahui atau diduga kuat terkontaminasi bahan kimia berbahaya.
Video yang viral tersebut juga menjadi pengingat bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada konsumen, tetapi juga pada tanggung jawab produsen dan pelaku usaha dalam menjaga mutu produk.
Pelaku usaha perlu memastikan seluruh bahan yang digunakan dalam proses produksi sesuai peruntukannya serta tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.
Sementara itu, apabila masyarakat menemukan dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya pada produk makanan, informasi tersebut dapat dilaporkan kepada instansi berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.







