JAKARTA, POJOKSATU.id - Pernyataan anggota Wantimpres Rocky Gerung yang menyebut gaji guru itu merampah hak anak mendapatkan MBG mendapat kecaman.
Pernyataan sosok yang dulu dianggap filsuf oleh para pendukungnya itu dinilai telah menyakiti jutaan guru di Indonesia.
Terlebih bagi guru yang sudah berpuluh tahun mengabdi tapi masih juga tidak mendapat penghargaan semestinya dari pemerintah.
Salah satu kecaman datang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri.
Kecamatan itu disampaikan Iman melalui akun media sosial pribadinya pada Senin 12 Oktober 2026, seperti yang sudah dilihat Pojoksatu.id.
Menurut Iman tidak semestinya program MBG malah mengorbankan kesejahteraan guru Indonesia.
Terlebih mereka adalah pihak yang ikut melahirkan generasi bangsa.
Iman menganggap tidak semestinya Rocky yang seorang Wantimpres melontarkan pernyataan tersebut.
"Rocky Gerung menyerang guru demi membela MBG," tulis Iman memulai pandangannya.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan guru adalah hal yang wajib diberikan pemerintah mengingat pengabdian selama ini.
Karena itu maka tidaklah pantas jika kesejahteraan guru direnggut begitu saja demi MBG.
"Dengan menyatakan bahwa gaji guru diambil dari nutrisi anak, sehingga MBG gak masalah mengambil gaji guru," sambung Iman.
Jika Rocky selalu menyatakan ucapannya didasarkan pada logika, maka Iman pun membalasnya dengan logika pula.
Ia menyebut, pernyataan itu berarti bahwa Rocky Gerung telah menghisap darah guru.
"Kalau gurunya tidak punya gaji berbulan-bulan? Yang bisa diambil tinggal darahnya aja. Berarti lu ngisep darah guru, Rock," kecam Iman.
Guru tak Terima Gaji tak Masalah
Dalam tayangan siniar Bagus Muljadi pada 11 Oktober 2026, Rocky Gerung lagi-lagi melontarkan pernyataan kontroversi.
Rocky mengakui bahwa sejatinya pendidikan itu lebih penting ketimbang makanan.
Sebab dengan mendapat pendidikan yang layak, maka seseorang bisa mencari makanan sendiri di kemudian hari.
Akan tetapi pada saat ini negara dihadapkan pada 2 kebutuhan penting, yakni antara pendidikan dan MBG.
Karena itu kemudian harus ada skala prioritas yang ditetapkan apakah mengutamakan pendidikan atau MBG.
Dalam alam logika Rocky, jika pendidikan diberikan anggaran maka harus 'mengorbankan' MBG yang tidak mendapat anggaran.
Kondisi ini tentu saja membuat kesejahteraan guru meningkat dan bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Akan tetapi akibatnya, kualitas siswa atau anak didik menjadi rendah.
"Yang dia (guru) mau didik itu orang (siswa) yang otaknya sudah shrinking 30 persen." katanya.
"Bagaimana bisa? Karena hak dari anak-anak ini untuk dapat nutrisi (MBG) diambil buat gaji (guru)," ucap Rocky mempertahankan alam logika berfikirnya.
Akan tetapi kondisi tersebut bisa dibalik jika anak-anak mendapatkan MBG sehingga kecerdasannya jauh lebih meningkat tajam.
"Bagaimana kalau dibalik. Misalnya dikasih dulu ke dia (siswa), tuh, supaya anak itu bilang, "Oke, ibu guru saya sudah bisa berpikir, nih. Karena otak saya sudah bagus. Ibu guru didik kami dong."," ujar Rocky Gerung.
"Ibu gurunya bilang, "Ya, kami tinggal 20, tadinya ada 70 karena yang 60 sudah berhenti. Kenapa? Enggak ada gaji?"," kata Rocky.
Kendati guru semakin berkurang, kata Rocky, kondisi tersebut ia anggap masih baik-baik saja.
"Tapi tetap oke, Ibu guru ini kan kesejahteraan tidak bertambah, tapi otaknya kan sudah pintar sebagai guru," ujar dia.
Sedangkan untuk anak-anak, sudah pasti masih membutuhkan protein dan asupan gizi untuk pertumbuhannya.
Sehingga menurut Rocky, gaji guru tidak lebih penting jika dibandingkan dengan MBG yang bertujuan memberikan kebutuhan pertumbuhan anak.
"Sementara anak-anak ini otaknya masih mesti diisi protein (MBG)," kata Rocky.
Sebelumnya, Rocky Gerung ditegur Istana lantaran mengusulkan Gibran mundur usai putusan MK terkait ijazah SMA.
Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menyatakan bahwa Rocky belum memahami tugas dan fungsi Wantimpres.
Bahwa Rocky sebagai Wantimpres bukan saja memberikan pertimbangan kepada Presiden Prabowo Subianto, tapi juga kepada Wapres Gibran Rakabuming Raka.







