JAKARTA, POJOKSATU.id - Lagi-lagi Rocky Gerung aktivis antikekuasaan yang kini masuk kekuasaan bikin statmen yang membandingkan soal MBG dan gaji guru.

Menurut Rocky yang oleh pendukungnya dulu disebut seorang filsuf itu, anak yang tak makan MBG maka otaknya akan shrinking alias menyusut, menciut atau mengecil.

Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam sinias yang ditayangkan Youtube Bagus Muljadi pada 11 Oktober 2026.

Rocky mengawali pernyataannya dengan membandingkan urgensitas antara pendidikan dan MBG.

Menurutnya jika seluruh dana pendidikan dipindahkan untuk MBG maka guru akan mati.

"Karena itu saya bikin contoh malam itu bahwa kalau misalnya seluruh dana pendidikan dipindahin ke MBG, gurunya mati tuh," kata dia dalam video seperti dilihat Pojoksatu.id pada Senin 12 Oktober 2026.

Sebaliknya, jika anggaran pendidikan sepenuhnya untuk kesejahteraan guru, maka akan membuat para siswa menjadi bego.

"Kalau begitu sebaliknya, seluruh dana MBG dipindahin ke (kesejahteraan) guru. Gurunya betul-betul tercerdas. Tapi begitu dia mulai untuk mengajar dilihat anaknya (siswa) bego," ucap Rocky.

Loh kok siswanya jadi pada bego?

"Kenapa? Ya, anaknya enggak dapat nutrisi (MBG)," klaim anggota Wantimpres itu.

Kendati demikian Rocky sebenarnya juga mengakui bahwa pendidikan lebih penting dibanding makanan.

"Jelas pendidikan lebih penting. Tetapi kondisi hari ini ada variabel dua-duanya itu mesti ada APBN-nya (anggaran) gitu," katanya.

Karena itu kemudian harus ada skala prioritas yang ditetapkan apakah mengutamakan pendidikan atau MBG.

Dalam alam logika Rocky, jika pendidikan diberikan anggaran maka harus ditukar bahwa MBG tidak ada anggaran.

Kondisi ini tentu saja membuat kesejahteraan guru meningkat dan bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Akan tetapi akibatnya, kualitas siswa atau anak didik menjadi drop.

"Yang dia mau didik itu orang yang otaknya sudah shrinking 30 persen."

"Bagaimana bisanya? Karena hak dari anak-anak ini untuk dapat nutrisi (MBG) diambil buat gaji (guru)," ucap Rocky mempertahankan alam logika berfikirnya.

Akan tetapi kondisi tersebut bisa dibalik dan tidak akan terjadi di dalam kelas.

Dimana anak-anak sudah lebih dulu mendapatkan MBG dan tingkat kecerdasannya jauh lebih meningkat tajam.

"Bagaimana kalau dibalik. Misalnya dikasih dulu ke dia tuh supaya anak itu bilang, "Oke, ibu guru saya sudah bisa berpikir, nih. Karena otak saya sudah bagus. Ibu guru didik kami dong.","

"Ibu gurunya bilang, "Ya, kami tinggal 20, tadinya ada 70 karena yang 60 sudah berhenti. Kenapa? Enggak ada gaji?","

Meski guru semakin berkurang, menurut Rocky kondisi tersebut ia anggap masih baik-baik saja.

"Tapi tetap oke, Ibu guru ini kan kesejahteraan tidak bertambah, tapi otaknya kan sudah pintar sebagai guru," ujar dia.

Sedangkan untuk anak-anak, sudah pasti masih membutuhkan protein dan asupan gizi untuk pertumbuhannya.

Sehingga menurut Rocky, gaji guru tidak lebih penting jika dibandingkan dengan MBG yang bertujuan memberikan kebutuhan pertumbuhan anak.

"Sementara anak-anak ini otaknya masih mesti diisi protein itu," kata Rocky.