JAKARTA, POJOKSATU.id - Rocky Gerung mengungkap betapa pentingnya keberadaan MBG bagi anak-anak Indonesia.

Saking pentingnya, jika anak yang tidak makan MBG jadi tentara, nantinya dia akan tembak orang lain.

Bahkan bagi Rocky, banyak guru resign karena tidak gajian juga tidak menjadi masalah.

Sebab yang paling teramat penting sekali adalah MBG harus tetap ada.

Karena keberadaan MBG bisa membuat anak memiliki kecerdasan yang melambung tinggi.

Begitu setidaknya yang diungkap Rocky Gerung dalam sinias yang ditayangkan Youtube Bagus Muljadi pada 11 Oktober 2026, seperti dilihat Pojoksatu.id.

Perbincangan ini dimulai dengan pembahasan terkait anggaran MBG dengan anggaran pendidikan yang disangkutkan dengan kesejahteraan guru.

Sang host mulanya mengaitkan pembicaraan dengan membahas kaitan antara asupan nutrisi dengan tingkat kecerdasan atau IQ.

"Karena kalau Anda IQ-nya di bawah 60, itu bahkan enggak bisa masuk tentara. Nembak salah dia. Apa boleh buat," ucap sang host.

Rocky lantas langsung menimpali.

"Nah, kalau anaknya ingin masuk tentara, itu dia enggak dikasih MBG, nanti dia dia tembak orang lain itu," ucap Rocky.

Menurut Rocky, anak yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan gizi, nutrisi dan protein.

Ini diperlukan agar otak anak bisa tumbuh dan berkembang bahkan melejit.

"Anak-anak ini otaknya masih mesti diisi protein (MBG) itu," katanya.

Rocky juga menganggap MBG jauh lebih penting ketimbang gaji guru.

Dalam penjelasannya, Rocky sejatinya mengakui bahwa pendidikan lebih penting ketimbang makanan.

Sebab dengan mendapat pendidikan yang layak, maka seseorang bisa mencari makanan sendiri di kemudian hari.

"Jelas pendidikan lebih penting. Tetapi kondisi hari ini ada variabel dua-duanya itu mesti ada APBN-nya (anggaran) gitu," katanya.

Karena itu kemudian harus ada skala prioritas yang ditetapkan apakah mengutamakan pendidikan atau MBG.

Dalam alam logika Rocky, jika pendidikan diberikan anggaran maka harus ditukar bahwa MBG tidak ada anggaran.

Kondisi ini tentu saja membuat kesejahteraan guru meningkat dan bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Akan tetapi akibatnya, kualitas siswa atau anak didik menjadi drop.

"Yang dia mau didik itu orang yang otaknya sudah shrinking 30 persen." katanya.

"Bagaimana bisanya? Karena hak dari anak-anak ini untuk dapat nutrisi (MBG) diambil buat gaji (guru)," ucap Rocky mempertahankan alam logika berfikirnya.