JAKARTA, POJOKSATU.id - Dahlan Iskan akhirnya buka-bukaan membuat pengakuan setelah beredar bahwa namanya masuk dalam daftar sasaran penyadapan.

Dalam pernyataannya, pendiri dan pemilik kolom Disway ini mengaku sudah merasa lama sekali.

Berdasarkan daftar nama sasaran penyadapan yang beredar luas, nama Dahlan Iskan memang menjadi salah satu yang tercantum di dalamnya.

Redaksi pojoksatu.id mengamati, setidaknya ada enam nama yang bisa disebut sebagai jurnalis senior, tokoh media atau berkecimpung di industri media.

Selain Dahlan Iskan, ada nama Karni Ilyas yang memang dikenal sebagai jurnalis senior, presenter dan pernah menjadi pemimpin redaksi sejumlah media.

Karni Ilyas kini dikenal luas melalui program Indonesia Lawyers Club atau ILC.

Kemudian Surya Paloh yang merupakan pendiri Media Group sekaligus Ketua Umum Partai Nasdem.

Selain itu ada juga CT yang diduga kuat adalah Chairul Tanjung dengan CT Corp yang menaungi Trans Media, termasuk Trans TV, Trans7, CNN Indonesia, dan CNBC Indonesia.

Lalu HT alias Hary Tanoesoedibjo, pendiri dan tokoh utama MNC Group, yang memiliki jaringan televisi, media digital, dan media lainnya.

Dan terakhir ET atau Erick Thohir yang pernah menjadi pemilik dan pengendali kelompok usaha media Mahaka Group, termasuk Jak TV dan Republika.

Lalu, apa jawaban dan pengakuan Dahlan Iskan?

Mulanya Dahlan Iskan ditanya apakah ada hal yang aneh dengan telepon selulernya selama ini.

Seperti bunyi-bunyi aneh atau tanda klik atau semacamnya.

Abah, sapaan akrabnya menjawab bahwa saat ini alat penyadap sudah sangat maju.

"Alat penyadap sekarang itu, kan, modernnya luar biasa. kan, tidak pakai alat lagi, tapi sudah pakai software," ucap Dahlan menjawab pertanyaan, Kamis 5 Oktober 2026.

Karena itu ia memastikan bahwa kendati HP telah disadap pun, tidak akan memunculknya bunyi-bunyi aneh atau tanda-tanda lainnya.

"Jadi, enggak ada begitu begitu (bunyi-bunyi aneh atau tanda-tanda tertentu)," jelas dia.

Terkait apakah dirinya jadi korban penaydapan, Dahlan Iskan tidak tidak mengiyakan tapi juga sekaligus tidak membantah.

Namun Dahlan Iskan mengaku dirinya sudah lama memiliki praduga bahwa memang ada 'sesuatu' di HP-nya.

"Tapi, kan, saya memang merasa sudah lama sekali," ungkap dia.

Kendati demikian, dirinya pun tidak bisa membuat praduga tersebut memiliki bukti.

"Merasa, ya, merasa. Bukan membuktikan. Merasa," tekan Abah.

Saat didesak apakah 'merasa' itu memunculkan perubahan atau hal lain di HP, Dahlan Iskan menjawab dengan diplomatis.

"Felling aja. Kalau ada teman WA saya agak sensitif, saya bilang, eh ini telepon saya disadap, loh. Saya bilang begitu," bebernya sembari tertawa.

Dia mengaku memiliki tujuan tersendiri kenapa dirinya menyampaikan hal seperti itu.

"Maksud saya, enggak usahlah ngomong-ngomong sensitif dengan saya. Toh, saya bukan siapa-siapa lagi," tekan dia.

Walaupun 'sudah bukan siapa-siapa' lagi, tapi diakuinya memang masih ada orang yang menganggap dirinya patut untuk 'diawasi'.

"Padahal bukan siapa-siapa, tapi, kan, banyak orang yang menganggap masih jadi ancaman," ungkapnya.

"Tapi enggak usah ngomong itulah. Enggak usah ngomong gitu. Banyak yang nanya soalnya," tutup Dahlan Iskan mengalihkan topik pembicaraan.